Home Kabupaten Purbalingga 13 Sekolah Dikunjungi Tim Penilai Sekolah Adiwiyata

13 Sekolah Dikunjungi Tim Penilai Sekolah Adiwiyata

1401
0
SMP N 1 Mrebet sebagai juara 1 Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Kategori SMP

PurbalinggaNews – Sebanyak 13 sekolah yang terdiri dari jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dinilai oleh Tim Penilai Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Penilaian sekolah adiwiyata dilakukan selama enam hari mulai Senin hingga Jumat (17-21/9) dan Senin (24/9).

“Kami tim penilai terdiri dari enam orang, dua dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus dari Dinkominfo Purbalingga satu orang, dari Dindikbud satu orang dan dari Kemenag juga satu orang,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Paguyuban Kader Lingkungan Hidup (PSLB3 dan PKLH) pada DLH Kabupaten Purbalingga, Sukirto saat ditemui, Selasa (18/9).

Tujuan dari penilaian sekolah adiwiyata ini menurutnya untuk melihat pencapaian standar yang telah ditentukan oleh pusat. Ada empat komponen yang diobservasi dalam penilaian sekolah adiwiyata, pertama terkait kebijakan dari sekolah yang berwawasan lingkungan.

BACA JUGA   Guru PKn Sambut Positif Sosialisasi KPU Purbalingga

“Kebijakan ini tertuang di dalam visi, misi, program dan juga tertuang dalam rencana anggaran belanjanya,” ujarnya.

Sedangkan komponen kedua akan dicek tentang kurikulumnya apakah memang visi misi yang sudah berbasis lingkungan itu tertuang di dalam kurikulum. Termasuk juga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh masing-masing pendidik di sekolah yang dikunjungi tim penilai.

“Betulkah memang sekolah adiwiyata sebagai sekolah peduli dan berbasis lingkungan ini muncul dalam kurikulum tersebut,” tambah Sukirto.

Komponen yang ketiga yakni terkait kegiatan berbasis partisipatif dimana sekolah adiwiyata ini berkolaborasi dengan komponen yang ada di sekolah maupun luar sekolah. Komponen tersebut meliputi Kepala Sekolah, Guru, Karyawan/I, Pengurus Komite dan siswa termasuk juga dunia industri dan lembaga-lembaga terkait yang memiliki jalinan kerjasama dengan sekolah tersebut

BACA JUGA   Dongkrak Prestasi Olahraga, Pemkab Purbalingga Launching Program ‘Bang Petol’

“Aspek terakhir yang dinbilai itu dilihat dari aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Harapannya dengan penilaian sekolah adiwiyata ini, sekolah-sekolah yang dinilai dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Purbalingga. Sehingga sekolah-sekolah di Kabupaten Purbalingga nantinya dapat menyadari arti pentingnya berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

“Karena sekolah adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan system dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik,” pungkas Sukirto.

13 sekolah yang dinilai tim Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2018 meliputi SD N 1 Padamara, SD N 1 Limbasari, SD N 2 Kedungmenjangan, SMP N 1 Padamara, SMP N 1 Mrebet, SMP N 2 Kemangkon, SMP N 1 Karangmoncol, SMP N 2 Karangmoncol, SMP N 1 Kalimanah, dan SMP N 1 Kaligondang. Kemudian SMK N 1 Kaligondang, SMK N 1 Bojongsari dan SMK N 3 Purbalingga. (PI-7)

BACA JUGA   10 Desa Jadi Pilot Project Pengentasan Stunting di Purbalingga