Home Kabupaten Purbalingga 6 Desa Jadi Percontohan Penggunaan Siskeudes

6 Desa Jadi Percontohan Penggunaan Siskeudes

1541
1
Tampilan depan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes)

PurbalinggaNews – Dari 224 desa yang berada di wilayah Kabupaten Purbalingga, baru 6 desa yang telah menerapkan aplikasi  Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) secara menyeluruh. Enam desa tersebut yakni Desa Karanganyar, Desa Bungkanel, Desa Bokol, Desa Majasem, Desa Sumilir dan Desa Majatengah.

“Yang sudah berjalan bahkan sudah input data menggunakan aplikasi Siskeudes sampai ke pelaporannya baru enam desa di dua kecamatan, dua desa di Kecamatan Karanganyar dan empat desa di Kecamatan Kemangkon,” kata Kepala Seksi Administrasi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purbalingga, Sapto Warsono saat ditemui di kantornya, kemarin.

Sapto menjelaskan pada Tahun 2018 sudah ada 189 desa yang dilatih menggunakan Siskeudes untuk diterapkan pada administrasi desa. Namun hanya 6 desa yang benar-benar memahami dan mengaplikasikan sistem keuangan ini di desanya.

BACA JUGA   SMAN 1 Purbalingga Jalin kerjasama dengan SMAN 8 Jakarta

“Saya sangat mengapresiasi sekali  kepada 6 desa yang sudah menggunakan aplikasi ini pada penataan usaha di desa,” ungkapnya.

Sapto menyampaikan ke enam desa yang sudah menerapkan aplikasi tersebut menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang lain. Tidak hanya itu, desa tersebut juga membentuk grup untuk belajar dan bertukar pikiran terkait penggunaan aplikasi Siskeudes.

“Salah satu contohnya Kepala Desa Karanganyar sering diundang oleh desa-desa yang lainnya untuk menjadi narasumber dan berbagi ilmu tentang pengadministrasi keuangan menggunakan Siskeudes,” tambah Sapto.

Aplikasi Siskeudes, paparnya dikembangkan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri  dalam rangka meningkatkan tata kelola keuangan desa. Fitur-fitur yang disediakan dalam aplikasi Siskeudes dibuat sederhana sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikan Siskeudes.

BACA JUGA   SMPN 1 Bukateja Lepas 210 Siswa Kelas IX

“Dengan proses penginputan sekali sesuai dengan transaksi yang ada, dapat menghasilkan output berupa dokumen penatausahaan dan laporan-laporan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Dokumen penatausahaan yang tersaji dalam aplikasi Siskeudes yakni Bukti Penerimaan, Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Setoran Pajak (SSP) dan dokumen-dokumen lainnya. Kemudian untuk laporan yang dapat dibuat menggunakan Siskeudes yakni Laporan Penganggaran seperti APBDes, RAP dan APBDes per sumber dana.

“Dari Siskeudes, Pemerintah Desa (Pemdes) juga dapat membuat Laporan Penatausahaan yang meliputi Buku Kas Umum, Buku Bank, Buku Pajak, Buku Pembantu dan Register dokumen penatausahaan,” terang Sapto.

Perkembangan teknologi yang ada diharapakan mampu memudahkan pengadministrasi keuangan khususnya bagi Pemdes. Sehingga memudahkan kontrol pada administrasi keuangan desa sehingga keuangan desa lebih transparan dan akuntabel secara administratif.

BACA JUGA   Dindukcapil Purbalingga Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Data Adminduk

“Yang pasti harus optimis bisa menggunakan aplikasi ini, karena Siskeudes ini sangat mudah diakses, tidak berbayar dan membantu tugas-tugas pemerintahan desa. Sehingga nantinya di akhir tahun, perangkat desa tidak perlu repot mengumpulkan berbagai laporan atau SPJ, karena semua sudah terekap di dalam aplikasi ini,” himbau Sapto. (PI-7)

1 COMMENT

Comments are closed.