Home Kabupaten Purbalingga Amos, Pembalap Muda Potensial dari Purbalingga

Amos, Pembalap Muda Potensial dari Purbalingga

607
0

PurbalinggaNews–Nama Amos Buana Paksi (18), belakangan ramai diperbincangakan sebagai pembalap motor usia muda yang potensial. Hal ini ditunjukkan dari 22 trofi kejuaraan yang diraihnya di usianya yang masih muda, baik di kejuaraan tingkat lokal, regional hingga nasional. Kini, Amos–demikian ia biasa dipanggil–masih tercatat sebagai siswa Klas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 1 Sekolah Menengah Teknologi Yayasan Pendidikan Teknologi (SMK YPT) 2 Purbalingga.

                “Ada suatu kebanggan tersendiri bisa berprestasi di cabang olah raga otomotif ini. Semula hanya coba-coba, namun akhirnya saya menyukai olah raga balap motor ini,” ujar Amos Buana Paksi ketika ditemui di rumahnya di Desa Penaruban,Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Senin  (21/3),    

                Amos, anak kedua dari pasangan Rusmanto Tri Saputro (53, guru SMPN 2 Klampok Banjarnegara) dan Dra. Ida Ratna Purwandari (50, guru SD Kristen Purbalingga) ini menceritakan, belajar naik sepeda motor sejak duduk di bangku SMP, tepatnya di SMP Santo Borromeus Purbalingga.

                “Saya latihan balapan motor di GOR Goentor Darjono dan GOR Satria Purwokerto, setelah pulang sekolah. Berkali-kali jatuh, kebanting itu sudah biasa. Dan saya selalu mengenakan wearpack dan helm sebagai pelindung badan.  Inilah asyiknya menekuni olah raga otomotif ini,” ujar Amos dari team MH-TECH Purbalingga.

                Meskipun dikenal sebagai pembalap yang tangguh, Amos paling tidak suka balapan liar.                

              “Bagi saya, olah raga otomotif ini juga seni, sehingga harus menjunjung etika. Jadi, naik sepeda motor di jalan raya, juga harus mematuhi etika dan aturan berlalu-lintas yang benar. Jangan ugal-ugalan,” pesan Amos yang bercita-cita menjadi ahli teknik mesin , dan berniat melanjutkan ke jurusan Teknik Mesin Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind  Yogyakarta ini.

                Amos yang mengidolakan pembalap asal  Italia Valentino Rossi ini mengakui, dari 22 trofi yang dikumpulkannya, beberapa trofi yang diraihnya belakangan ini diantarannya Juara 1 Kejurnas Motoprix tahun 2016 pada kelas pemula 110 CC MP4 di Maguwoharjo, Yogyakarta.

Selanjutnya, juara 3 kelas 110 CC MP 2 pada Kejurda Kapolres Cup Kebumen tahun 2015; juara 3 pada KejurnaS Motoprix di Purwokerto tahun 2011 pada kelas 125 CC MP3; juara 1 Motoprix pada Kejurnas di Kebumen pada kelas 125 CC MP2 tahun 2015; juara 1 Klas 110 CC MP5 pada Kejurda di Purworejo tahun 2014, juara 3 kelas 120 CC MP4 pada Kejurnas di Klaten tahun 2014, dan berbagai kejuaraan lainnya yang digelar di Bogor dan berbagai kota lainnya di Pulau Jawa.

                Amos mengakui, pernah ikut balap motor Drag Bike juga. “Hanya sekedar hobby saja kalo di Drag Bike,” kata Amos sambil menambahkan saat Drag Bike selalu mengendarai Kawasaki ninja R di kelas  Breket  9 detik.

                Saat ini, Amos selalu gigih dalam berlatih. Hanya saja, menjelang Ujian nasional ini, Amos mengurangi frekuensi latihan, karena ingin konsentrasi dulu di sekolah. “Mohon doanya, semoga saya bisa sukses di studi dan olah raga balap motor ini,” harap Amos (*)