Home Uncategorized Ayo Daftar Menjadi Calon DPD

Ayo Daftar Menjadi Calon DPD

753
0
Ketua KPUD Jawa Tengah, Joko Purnomo saat memberikan sambutan dalam acara sosialisasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengenai pendaftaran calon anggota DPD, Kamis (5/4) di Gedung Andrawina Kompleks Hotel Owabong.

PurbalinggaNews – Kewenangan yang tidak sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditengarai menjadi penyebab tidak populernya Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ahmad Rofiq, pemateri dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) saat acara sosialisasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengenai pendaftaran calon anggota DPD, Kamis (5/4) di Gedung Andrawina Kompleks Hotel Owabong.

Menurut Rofiq, masyarakat sekarang cenderung apatis kepada DPD. Hal itu disebabkan karena masyarakat menilai kurangnya kontribusi DPD dalam sistem perpolitikan Indonesia. Padahal, tegas Rofiq, DPD lahir dari semangat reformasi yang menginginkan politik tidak hanya dimonopoli kepentingan partai politik.

“DPD tidak populer karena kewenangannya tidak seluas DPR seperti fungsi legislasi, pengawasan dan budgeting. DPD pun belum efektif mengangkat kesejahteraan bagi daerah yang diwakilinya,” kata lelaki yang menjadi Sekretaris Jurusan di Unsoed itu.

BACA JUGA   Empat Sekolah di Purbalingga Terima Penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah

Oleh sebab itulah dia mengajak semua pihak mendorong penguatan DPD. Dia mengatakan, saat ini anggota DPD berpotensi kuat berasal dari anggota aktivis atau organisasi masa (Ormas). Bukan tanpa alasan, anggota DPD yang bukan dari anggota partai politik akan sangat sulit memperoleh masa dalam Pemilu.

“Di Jawa Tengah yang jumlah penduduknya melebihi lima belas juta mengharuskan 5.000 fotocopy KTP sebagai syarat pendaftaran DPD. Ini tidak mudah karena mereka bukan dari partai politik,” jelasnya.

Hal itu diamini oleh Ketua KPUD Jawa Tengah, Joko Purnomo. Joko menuturkan, masyarakat perlu disosialisasi mengenai DPD agar minat menjadi anggota DPD semakin bertambah. Keterwakilan setiap Provinsi yang hanya empat orang juga menjadi faktor pemicu lain rendahnya minat tersrbut.

BACA JUGA   18.000 Santri Akan Ramaikan Pawai Ta’aruf

“Semoga DPD di kemudian hari lebih diberi wewenang agar masyarakat tidak apatis. Diharapkan minat pendaftar calon anggota DPD juga meningkat,” tuturnya.

Dia menambahkan, DPD harusnya menjadi faktor pembeda ketika masih rezim orde baru. DPD harus menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan masyarakat tanpa kepentingan partai politik yang mengikat.

“DPD akan populer jika regulasi mengenai kewenangan DPD diperluas,” pungkasnya. (PI-8)