Home Kabupaten Purbalingga Bagi Rata, Problematika Pembagian Raskin

Bagi Rata, Problematika Pembagian Raskin

457
0

PurbalinggaNews, Salah satu problem yang mengemuka pada pembagian beras bagi rakyat miskin (Raskin) masih adanya sistem pembagian bagi rata di pihak kelurahan atau desa. Hal tersebut terlihat masih banyaknya keluarga yang secara ekonomi mampu mendapatkan beras raskin sedangkan yang tidak mampu belum mendapatkan bagian sesuai dengan haknya.

Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto mengatakan untuk menggatasi permasalahan tersebut pihak desa atau kelurahan agar lebih mencermati data rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) di desa atau kelurahannya. Pemutakhiran data yang dilakukan melalui musyawarah desa dapat mengakomodir adanya perubahan karakteristik RTS-PM.

“Sehingga basis data bisa lebih akurat dan ketepatan sasarannya sesuai program bantuan perlindungan sosial, ujar Sukento pada saat membuka sosialisasi program Raskin tahun 2015 di ruang Ardi Lawet, Senin, (23/3). Program sosialisasi diikuti oleh 115 orang yang terdiri dari Tim monev Purbalingga, Camat, Satgas kecamatan, TKSK, Satgas Desa. Ikut hadir juga Ka Sub Drive Perum Bulog Wilayah Banyumas, Kepala BPS, Kepala BRI Cabang Purbalingga, Ketua FLP Purbalingga.

Bupati dalam sambutannya juga mengatakan program Raskin memberikan kontribusi 45% terhadap kebutuhan beras bagi warga miskin skala nasional. Atau 16,57 % dari prosentase konsumi beras masyarakat Purbalingga. Selain itu juga angka kemiskinan yang cukup besar, sebesar 20,53%, sehingga pembagian raskin harus benar dan tepat sasaran.

“ Mensukseskan program Raskin adalah tugas mulia agar saudara-saudara yang kurang beruntung bagi yang secara ekonomi kurang beruntung bisa hidup layak,” ujar Bupati.

Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP), Lily Purwanti mengakatan pembagian Raskin di Purbalingga pada tahun 2015 sebanyak 80,377 RTS_PM dengan alokasi sebesar 15kg/RTS-PM/bulan. “Volume penyaluran sebanyak 12 kali dengan harga tebus sebesar Rp 1.600 /kg di titik distribusi,” ujar Lily

Sedangkan tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan program raskin khususnya bagi tim koordinasi raskin dari kabupaten, kecamatan dan pelaksana raskin desa/kelurahan. “Tujuan utama dan manfaat program raskin bisa membantu masyarakat miskin agar tepat sasaran dan tepat mutu beras,” pungkas Lily (Sapto Suhardiyo)