Home Kabupaten Purbalingga Bayeman Masih Jadi Perhatian Utama Jalur Mudik

Bayeman Masih Jadi Perhatian Utama Jalur Mudik

575
0
Rakor kesiapan mudik lebaran 2018, Senin (4/6) di ruang Ardi Lawet komplek kantor Bupati Purbalingga.

PurbalinggaNews – Jalur tengkorak dusun Bayeman Desa Tlahab Lor masih mendapat perhatian khusus dari tim operasi ketupat Polres Purbalingga. Hal itu disampaikan Kabag Ops. Polres Purbalingga, Kompol Herman Setiono saat memaparkan kesiapan mudik  dan kesiapan lebaran 2018, Senin (4/6) di ruang Ardi Lawet komplek kantor Bupati Purbalingga.

Menurut Herman, jalur berkelok serta menanjak dan menurun di Bayeman sering memakan korban jiwa tiap kali musim mudik berlangsung. Menurut hasil observasi yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Purbalingga, jalur tersebut sering mengalamai peristiwa kecelakaan dikarenakan pengereman dan pengurangan kecepatan yang terlambat sehingga ketika kendaraan khususnya kendaraan berat sampai di atas lapangan Tlahab Lor, supir tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya lagi.

“Peristiwa (kecelakaan) Rosalia Indah di Bayeman tahun lalu yang menelan 4 (empat) korban jiwa itu diketahui karena supir telat melakukan pengurangan kecepatan. Oleh karena itu kami akan mendirikan Pos pengamanan di Cingkrik (perbatasan Karangreja-Tlahab Lor),” kata Herman.

Pendirian Pos pengamanan di Cingkrik untuk memberikan warning kepada supir untuk mengurangi kecepatan kendaraannya lebih dini. Adanya kecelakaan yang sering terjadi dikatahui karena supir mulai mengerem kendaraannya di sekitar cucian mobil pertigaan Bayeman. Herman menambahkan, operasi ketupat tahun ini akan menitik beratkan langkah preventif dan persuasif dalam menanggulangi kecelakaan.

“Kami tidak ingin peristiwa kecelakaan bak terbuka yang memakan korban jiwa di Serang tahun lalu terulang kembali. Jika kami menemukan kendaraan bak terbuka masih digunakan untuk mengangkut orang, akan kami turunkan penumpangnya dan tidak kami tilang,” tambahnya.

Polres Purbalingga juga menginstruksikan kepada jajarannya untuk tetap siaga satu ancaman kejahatan konvensional dan terorisme selama proses pengamanan mudik lebaran tahun ini. Pihaknya akan mengadakan gelar pasukan 6 juni besok sebagai tanda kesiapan personel Polri Polres Purbalingga dalam mengamankan mudik 2018. Dia menegaskan, selama 18 (delapan belas) hari ke depan tidak akan diperbolehkan personel Polri di jajaran Polres Purbalingga untuk ijin meninggalkan tugas.

“Kami tidak ijinkan anggota yang ingin ijin cuti di hari-hari itu demi kelancaran pelayanan pengamanan mudik kali ini,” tegasnya.

Langkah cepat juga dilakukan Dinas Perhubungan (Dinhub) Purbalingga dalam mengantisipasi keramaian jalan raya saat mudik lebaran. Kepala Dinhub Purbalingga, Imam Wahyudi memaparkan, pihaknya telah melakukan pengecekan serta perbaikan lampu penerangan jalan yang berjumlah lebih dari 6.000 (enam ribu) buah di seluruh Purbalingga termasuk aduan terakhir di Bayeman-Belik sebanyak 10 (sepuluh) buah lampu jalan yang akan diperbaiki dengan segera.

Tak hanya lampu penerangan, Dinhub Purbalingga juga telah mempersiapkan alur rekayasa lalu lintas khususnya di dalam kota agar tidak terjadi penumpukan di salah satu ruas jalan. Dinhub mempersiapkan skema alur Sirongge-Jalan RSUD-Pasar Mandiri-Jalan Pujowiyoto-Jalan Soekarno Hatta-Terminal Purbalingga untuk mengurai kemacetan di dalam kota. Dinhub juga mempersiapkan beberapa jalur Kabupaten yang akan digunakan sebagai jalur alternative bagi pemudik.

“Kita sudah persiapkan beberapa jalan Kabupaten yang akan digunakan untuk mengurai kemacetan di pelosok-pelosok,” tutur Imam.

Dinhub Purbalingga memprediksi, puncak arus mudik 2018 akan terjadi pada H-5 lebaran dan berbeda dengan prediksi dari Kementerian Perhubungan yang memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 lebaran. Sementara itu, Dinhub Purbalingga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+4 lebaran sedangkan prediksi Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+7 lebaran.

“Perbedaan prediksi ini karena kami berpandangan penambahan cuti bersama yang dilakukan lebih cepat dari hari H dibandingkan tahun lalu. Sehingga kami memprediksi, puncak arus mudik dan balik pun akan lebih awal dibandingkan tahun lalu,” paparnya.

Stok Aman

Sementara itu, pada acara yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Sidik Purwanto menjamin stok kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Purbalingga aman. Komoditas utama tidak akan mengalami kekurangan jelang dan pasca lebaran karena Dinperindag telah melakukan pengecekan secara berkala ke pasar-pasar utama yang ada di Purbalingga.

“Kami jamin stok aman dan harga relatif stabil. Kami sampaikan kepada semua pihak yang ikut berperan menekan inflasi di Purbalingga sehingga masyarakat siap merayakan idul fitri dengan bahagia,” ujar Sidik.

LPG 3kg juga dijamin aman. Jika di hari biasa stok LPG di Purbalingga sebanyak 20.940, di bulan Ramadan dan lebaran stok LPG ditambah 23.022 buah tabung LPG. Sidik mengingatkan, LPG 3kg diperuntukan bagi warga miskin dan ASN (Aparatur Sipil Negara) di Purbalingga diimbau untuk tidak ikut menggunakan LPG 3kg.

“Jika stok LPG 3kg nanti langka dipasaran, jangan-jangan ASN ikut memakai. Oleh karena itu kami mengimbau ASN jangan ikut memakai LPG 3kg karena itu khusus untuk warga miskin,” pungkasnya. (KP-4)