Home Kabupaten Purbalingga BNNK Purbalingga Tegaskan Rehabilitasi Gratis

BNNK Purbalingga Tegaskan Rehabilitasi Gratis

752
0
Humas BNNK Purbalingga Awan Pratama Saat Memberikan Penyuluhan di Mrebet

PurbalinggaNews – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga menegaskan biaya rehabilitasi bagi para penyalah guna narkoba adalah gratis. Hal tersebut ditegaskan kepala BNNK Purbalingga, Istantiyono saat memberikan penyuluhan di dua SMP yaitu SMP N 1 Mrebet dan SMP N 2 Mrebet baru-baru ini. Penyuluhan tersebut adalah kerjasama antara BNNK Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga serta pihak sekolah.

Dalam paparan singkatnya, Istantiyono mengatakan, BNNK menjamin biaya gratis bagi para pengguna narkoba yang dengan sadar diri melaporkan diri mereka ke pihak BNNK Purbalingga. Hal itu adalah wujud komitmen pemerintah dalam hal ini BNN untuk memberantas narkoba hingga tak bersisa. Untuk tahap yang masih belum parah, BNNK Purbalingga akan merujuk pengobatan di dua tempat yaitu RSUD Goetheng Taroenadibrata dan klinik Siloam Purbalingga. Namun, jika pengguna sudah dalam tahap parah, BNNK Purbalingga akan merujuk pengguna ke RSJ Soerojo Magelang.

“Kami jamin gratis. Makanya sebelum tertangkap dan ditindak hukum, kami imbau untuk lapor diri dan akan direhabilitasi,” kata Istantiyono.

Istantiyono menambahkan, rehabilitasi ada dua macam yaitu rawat jalan dan rawat inap tergantung tergantung hasil assessment yang dilakukan sebelumnya. “Kalau belum parah sekali ya rawat jalan, kalau sudah parah sekali ya rawat inap,” imbuhnya.

Jumlah pengguna narkoba yang masih banyak menjadi keprihatinan semua pihak.Humas BNNK Purbalingga, Awan Pratama mengatakan BNNK Purbalingga sering terjun ke sekolah-sekolah khususnya ke SMP dan SMA karena pada usia tersebut, remaja masih mencari jati dirinya dan jika tidak diarahkan ke hal yang positif, maka penyalahgunaan narkoba adalah bukan hal yang mustahil.

“Kami sering turun ke sekolah-sekolah karena usia-usia mereka adalah usia yang rawan. Mereka bisa saja mudah terjerumus ke lembah narkoba karena kurangnya pengawasan,” pungkasnya. (KP-4).