Home Kabupaten Purbalingga Bupati Dorong Pengembangan Kalianget Jadi Potensi Wisata Gunungwuled

Bupati Dorong Pengembangan Kalianget Jadi Potensi Wisata Gunungwuled

468
0

PurbalinggaNews  – Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi terus mendorong aparat ditingkat desa untuk berinovasi demi kemajuan wilayahnya. Salah satunya dengan mengembangkan potensi yang ada didesa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penghasil Pendapatan Asli Desa.  

“Disini ada Kalianget yang ada di Dusun Penthul. Coba diolah menjadi obyek wisata desa, nanti kalau potensinya bagus Pemda akan membantu,” kata Bupati Tasdi saat kegiatan Bupati Tilik Desa di Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang, Kamis ( 27/10/2016).

Bupati sendiri meminta aparat desa bersama masyarakat setempat untuk serius mengembangkan Kalianget, sebuah potensi air hangat yang mengalir dari tengah tebing batu di tepian sungai yang mengaliri desa itu. Bupati mencontohkan bagaimana masyarakat dan aparat desa Serang Kecamatan Karangreja mengembangkan potensi desa yang dimiliki berupa kebun strawberi. Saat ini Desa Serang telah memiliki Rest Area sebagai unggulan wisata desa itu. Dari pengembangan wisata tersebut, kini Desa Serang mampu menghasilkan PADes hingga Rp 1 miliar setahun.

“Nanti suatu saat saya dan Bu Wakil (Dyah Hayuning Pratiwi-red) akan mencoba air hangat Kalianget. Sekalian menengok sejauh mana pengembangannya,” katanya.

Tak hanya mensuport pengembangan pariwisata desa, Bupati Tasdi juga meminta aparatur desa setempat untuk lebih cepat menangani administrasi desa. Pasalnya, sesuai laporan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes), Desa Gunungwuled menjadi salah satu desa yang sering terlambat dalam hal pelaporan administrasi kegiatan desa.

“Saya akan membantu tapi ada syaratnya. Tolong pelaporan yang masih sering terlambat agar dapat dipercepat. Kalau disini serius, saya akan lebih serius membantu. Bagaimana, sanggup ?,” tegas Tasdi yang diiyakan seluruh perangkat desa yang hadir beraudiensi di aula desa setempat.

Atas usulan Kepala Desa, Bupati juga berjanji untuk merealisasikan pembangunan jembatan yang menghubungkan desa Gunungwuled dengan Jembangan Kecamatan Punggelan Banjarnegara. Pembangunan jembatan tersebut menurut Kepala Desa Suwarno sudah sering diusulkan melalui Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan namun selalu gagal  di tingkat kabupaten.

Selain itu usai melakukan pantauan lapangan di Taman Kanak Kanak (TK) Pertiwi di desa itu, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi juga mengusulkan untuk dilakukan pembangunan bronjong di sebelah belakang gedung TK Pertiwi yang berpotensi terjadi longsor.

Kepala Desa Gunungwuled, Sumarno, mengatakan, potensi pemandian air hangat Kalianget ini memang sudah ada sejak dulu. Namun, baru sekarang dilakukan pengembangan menjadi objek wisata.

“Kita sedang kembangkan. Nanti akan dilengkapi dengan kamar mandi karena belum ada tempat untuk ganti baju bagi pengunjung,” katanya.

Sumarno menambahkan, Kalianget dulunya sering dimanfaatkan untuk pengobatan alami oleh masyarakat sekitar. Air hangat Kalianget ini sering dimanfaatkan untuk mengobati gatal-gatal.

Program Bupati Tilik Desa dilaksanakan untuk membangun silaturahmi dengan jajaran aparat dan masyarakat di desa. Sekaligus untuk memberikan dorongan semangat kepada jajaran aparatur desa dan masyarakat untuk membangun desa sekaligus mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tasdi – Tiwi.

Sebelum dilakukan pertemuan dengan perangkat desa, Bupati dan Wakil Bupati berkesempatan untuk meletakan batu pertama pembangunan gedung dan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berada di komplek Kantor Desa. Gedung BUMDes tersebut dibangun dengan anggaran Dana Desa tahun 2016 sebesar Rp 550 juta ditambah swadaya Rp 3 juta.

Selain itu melakukan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan peninjauan lapangan oleh Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi. (Hardiyanto)

Menikmati Kehangatan di Antara Sejuknya Rimbun Pepohonan

WISATA alam di Purbalingga serasa tidak pernah habis. Objek wisata bermunculan dengan keistimewaannya masing-masing. Satu di antaranya adalah wisata air hangat di Dusun Penthul, Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang. Di dusun paling timur Kabupaten Purbalingga ini ada kolam pemandian air hangat nan jernih.

Nama Gunungwuled memang masih belum setenar Panusupan atau Serang. Tapi, desa yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara ini menyajikan destinasi alam yang luar biasa.

Desa Gunungwuled bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Menuju ke sana, memang harus bersabar. Karena lokasi yang lumayan jauh dari kota Purbalingga. Waktu yang diperlukan kira-kira sekitar 1 jam perjalanan.

Tapi tenang, jalan sudah mulus, aspal semua. Meskipun harus beberapa kali melewati jalan berkelok dan sesekali cukup curam. Selain itu, selama perjalanan, Anda bakal disuguhi panorama alam yang cukup memikat hati.

Pepohonan hijau berjejer nan rapi di perkebunan warga sekitar. Sesekali, hijau pepohonan berganti hamparan hijau sawah. Sesampainya di Gunungwuled, Anda harus menuju Dusun Penthul. Akses jalannya sedikit berbeda, karena masih belum diaspal dan sedikit curam. Tapi tidak perlu takut, asalkan hati-hati.

Tidak lama, sampai di permukiman warga, parkirkan kendaraan di satu rumah warga sekitar. Soalnya, sekarang belum ada lahan parkir untuk pengunjung. Keramahan warga akan membuat Anda semakin betah di desa yang sejuk ini.

Setalah parkir, lanjutkan perjalanan menuju Kalianget. Langkahkan kaki menyusuri perkebunan warga. Gemercik air sungai yang mengalir di sisi jalan setapak menambah suasana semakin adem. Paduan nyanyian alam antara serangga dan pohon pinus Perhutani yang menari-nari dibelai angin, memberikan kedamaian tersendiri.

Tak perlu waktu lama, jarak yang ditempuh jalan kaki hanya sekitar 1,5 kilometer. Tapi tidak bakal terasa lelah, setelah menikmati pemandangan sekitar.

Sampai di lokasi, tiga kolam dengan air yang jernih sudah menunggu. Lekas lepas alas kaki dan byyuuurrr… ceburkan diri ke kolam nan jernih itu. Maklum, Kalianget belum ditarik tarif masuk, langsung saja nikmati mandi di air hangat alami itu.

Airnya sesuai namanya, Kalianget. Tidak panas, dan tidak dingin. Tubuh langsung bereaksi merasakan nyamannya pijatan-pijatan alami air hangat Kalianget. Atau sekedar merendam air ke dalamnya. Nyaman sekali.

Air hangat Kalianget ini pun sedikit berbeda dengan pemandian air hangat lainnya yang berwarna cokelat atau kekuningan. Kalianget ini jernih seperti mata air pegunungan. Meskipun bau belerang tetap tercium, namun tidak menyengat. Asyik dan damai sekali.

Kepala Desa Gunungwuled, Sumarno, mengatakan, objek wisata Kalianget ini memang sudah ada sejak dulu. Namun, sekarang baru dalam tahap pengembangan menjadi objek wisata. Makannya belum ada tarif masuk maupun parkirnya.

“Tapi ke depan ada tarif masuknya, untuk pengembangan Kalianget ini. Selain itu juga rencana akan ditambah kamar mandi. Karena belum ada lokasi untuk ganti baju pengunjung,” kata dia, Rabu (26/10).

Kalianget tersebut menurut Sumarno dulu sering dimanfaatkan untuk pengobatan alami. Ia mengatakan masyarakat sekitar masih memanfaatkan pengobatan alami. Air hangat Kalianget ini sering dimanfaatkan untuk mengobati gatal-gatal.

“Dulu masyarakat sering ke sini untuk mengobati sakit gatal-gatal,” kata dia.

Air hangat itu menurutnya muncul dari tengah tebing batu di tepi sungai. Melihat potensi tersebut, sekarang air sudah dikumpulkan ke dalam kolam menggunakan paralon. “Walaupun perbaikan belum selesai semuanya,” katanya.