Home Kabupaten Purbalingga Bupati Usulkan Kamar Mandi Putri Santri Ponpes Dipisah

Bupati Usulkan Kamar Mandi Putri Santri Ponpes Dipisah

529
0

PurbalinggaNews – Untuk memberi rasa aman bagi santri putri di pondok pesantren dalam aktifitas mandi maupun aktifitasnya di kamar kecil. Bupati Purbalingga meminta agar santri putri yang ada di berbagai pondok pesantren (ponpes) di Purbalingga dibangunkan kamar mandi/WC tersendiri. Saat ini proposal anggaran untuk membangun kamar mandi bagi santri putri popes sudah diusulkan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab).

“Alasan saya mengusulkan hal tersebut. Saat ini kamar mandi antara santri ponpes putra dan putri menjadi satu, sehingga dikawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan dibuatkan kamar mandi tersendiri/terpisah antara santri laki-laki dan perempuan, diharapkan memberikan rasa aman serta dapat mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga yang perlu mendapatkan perhatian adalah santri putri,”tutur Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto, saat menyampaikan sambutan pada acara Istigosah dihadapan Alim Ulama se Kabupaten Purbalingga,  Pejabat FKPD Purbalingga, para camat se-Purbalingga serta umat Islam di Pendapa Dipokusumo, Jumat malam (26/3/2015).

Namun setelah dihitung-hitung, sambung bupati, anggaran untuk membuat kamar mandi putri di 64 ponpes yang ada diseluruh Purbalingga, anggaranya mencapai Rp4 miliar. Saat ini pihaknya sudah mengajukan proposal untuk membuat pembangunan kamar mandi dan WC bagi santri putri tersebut.

 “Sedangkan biaya yang dibutuhkan  Rp4 miliar, untuk membangun kamar mandi/WC putri di 64 ponpes yang ada di Purbalingga,”terangnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Setda Purbalingga Muhammad Nurhadi mengatakan, saat ini data yang ada di bagian Kesra, jumlah ponpes di Purbalingga sebanyak 64.

“Dari jumlah tersebut, jumlah santri laki-laki sebanyak 3.468 orang dan santri perempuan 3.606 orang. Sehingga jumlah keseluruhan santri ponpes yang ada di Purbalingga 7.084 orang dengan jumlah pengasuh/ustadz 321 orang,”terangnya.(Sukiman)