Home Kabupaten Purbalingga Daftar Tunggu Ibadah Haji di Purbalingga 16 tahun

Daftar Tunggu Ibadah Haji di Purbalingga 16 tahun

711
0

PurbalinggaNews, Seiring meningkatnya keimanan dan tingkat ekonomi umat muslim di Purbalingga berdampak pada daftar tunggu ibadah haji. Daftar tunggu umat islam yang sampai tahun 2014 sebanyak 7.300 orang mengakibatkan masa tunggu menjadi 16 tahun. Masa tunggu ini akan terus bertambah dikarenakan meningkatnya umat muslim di dunia sebanyak 2,2 milyar pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaiakan oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Rochiman pada saat memberikan tauziah pelepasan ibadah umroh Sektretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Imam Sibijakto bersama keluarga. Rencana keberangkatan ibadah umroh pada tanggal 20 Januari 2015 pagi dini hari. Pelaksanaan Ibadah umroh ini rencaanya akan dilaksanakan selama 10 hari di Mekah dan Madinah. Pelepasan keberangkatan umroh juga dihadiri oleh Wakil Bupati beserta Ibu, Ketua DPRD, para pejabat di lingkungan pemerintahan daerah dan para staf sekretariat daerah.

Dalam tauziahnya Rochiman mengatakan seorang muslim apabila melaksanakan ibadah haji atau umroh maka akan mendapatkan lima keutamaan. Lima keutamaan itu adalah ibadah yang bernilai jihad, menghapus dosa-dosa, sebagai pembaharu dan mempertebal keimanan, mendapatkan pahala yang banyak, dan terdapat tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa.

Sedangkan Sekretaris Daerah, Imam Subijakto dalam pamitannya mengatakan terimakasih kepada semua yang hadir. Kehadiran para tamu menjadikan motivasi dan semangat dalam pelaksanaan ibadah umroh.

“Saya juga berharap agar berangkat dan kepulangan ke tanah suci diberikan kesehatan, dan doanya di kabulkan oleh Allah SWT,” kata Imam

Imam menambahkan mudah-mudahan dengan saling memaafakan antar sesama manusia dapat mendapat pengampunan oleh Allah SWT, serta yang hadir disini diberi kelimpahan rejeki sehingga bisa mengikuti ibadah umroh.

Asisten Pemerintahan, Kodadiyanto mewakili staf sekretariat mengatakan semoga dalam pelaksanaan umroh diberi kesehatan, kemudahan, dan keberkahan. Sekembalinya dari Tanah Suci dalam keadaan sehat dan bisa kembali bekerja sama untuk melaksanakan tugas sehari-hari. (Sapto Suhardiyo)