Home Uncategorized Dampak Rokok Bisa Menyerang Otak

Dampak Rokok Bisa Menyerang Otak

159
0
Sosialisasi Perda KTR

PURBALINGGA, INFO- Dampak dari merokok bisa saja tidak terduga dan lebih destruktif dari perkiraan kebanyakan orang. Hal tersebut disampaikan Heri Budi Cahyono, penyuluh kesehatan masyarakat dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Purbalingga saat memberikan materi pada acara sosialisasi Perda No 10 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok, Kamis (2/9/2021) di Aula Dinkes Purbalingga.

Heri mengatakan, dampak rokok sangat mendestruksi kesehatan dengan menyerang organ-organ vital salah satunya adalah otak. Menurutnya, dampak dari merokok adalah kecanduan yang disebabkan oleh dopamin atau racun otak yang menyebabkan seseorang kecanduan dan bisa berakibat sistemik bagi kesehatan seseorang.

“Rokok itu dapat menyebabkan kecanduan dan itu yang diserang adalah otak. Setelah menghisap rokok, itu seperti terinstall di otak kita,” kata Heri.

BACA JUGA   Kader PKK Menunjukkan Peran Penting Wanita Dalam Kemajuan Negara

Heri menambahkan, akibat hal tersebut hanya 2% perokok yang lepas dari rokok tanpa mendapat bantuan. Padahal, data menyebutkan sebanyak 80% perokok di dunia ingin berhenti merokok namun gagal karena efek kecanduan dari dopamine tersebut telah masuk ke dalam otak perokok.

“Banyak perokok di dunia ini ingin berhenti merokok tapi gagal karena efek kecanduan yang begitu kuat pada otak,” ujarnya.

Dia menambahkan, data perokok kategori remaja cukup mencengangkan yaitu sekitar 82% usia 13-15 tahun adalah perokok. Dari ke semua itu, 92% yang mencoba ingin berhenti merokok gagal karena efek kecanduan. Data lain menyebutkan, sebanyak 8.084 remaja usia 15-24 tahun 46,6%nya pernah mencoba rokok.

BACA JUGA   TP PKK Purbalingga Siap Sukseskan Program Penurunan Stunting Hingga 14%

Sosialisasi tentang Perda tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan bahkan sebelum Pandemi Covid-19. Akan tetapi, wabah Covid-19 yang melanda menyebabkan sosialisasi tentang tempat-tempat bebas asap rokok tersebut baru bisa dilaksanakan. “Sebenarnya sosialiasi ini sudah lama direncanakan tapi karena Pandemi ini baru bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (Ady)