Home News Kesra Dindikbud Diminta Melombakan One School One Innovation

Dindikbud Diminta Melombakan One School One Innovation

66
0
Bupati memberikan pengarahan dalam Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/8) di Aula Soedirman Dindikbud Purbalingga.

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga untuk mengadu dan melombakan inovasi antar sekolah di Purbalingga. Hal ini diungkapkan Bupati saat memberikan pengarahan dalam Rakor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/8) di Aula Soedirman Dindikbud Purbalingga.

“Dindikbud sudah mencanangkan One School One Innovation. Inipun harus dilombakan, Pak Tri Gun (Kepala Dindikbud), tidak hanya mencanangkan tapi juga harus diadu programnya. Nanti dilihat mana kepala sekolah yang paling kreatif, paling inovatif, punya gagasan-gagasan yang out of the box, ini perlu diapresiasi,” kata Bupati Tiwi.

Ia minta lomba ini diberlakukan untuk masing-masing jenjang pendidikan, , mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Masing-masing pemenang akan diberi reward pada akhir tahun nanti bersamaan dengan penganugerahan OPD dan ASN Of The Year.

“Para Kepala Sekolah yang berprestasi nanti dapat reward paling tidak ada tambahan nilai, misal nanti ikut lelang jabatan, ini akan jadi pertimbangan sebagai kandidat. Jadi mereka-mereka yang punya kualitas bagus ini harus diberdayakan, jadi punya kesempatan jenjang karir yang bagus,” ungkap Bupati di hadapan audiens yang juga para Kepala Sekolah.

Menurut Bupati, Inovasi adalah hal yang penting untuk dilakukan, terlebih di masa keterbatasan anggaran saat ini. Tuntutan berinovasi juga sejalan dengan Kurikulum Merdeka, selain menciptakan pembelajaran yang fleksibel, juga menuntut guru-gurunya untuk berinovasi.

Bupati juga mengapresiasi Inovasi yang dilakukan oleh Dindikbud berkolaborasi dengan Bappelitbangda berupa Gerakan Mageh Padha Sekolah. Gerakan ini dalam rangka mengurangi Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) di Purbalingga didampingi perguruan tinggi dan Unicef.

“Jadi inovasi ini harus dibantu oleh seluruh elemen Dinas Pendidikan. Intinya panjenengan harus ikut mengawal agar para AUSTS ini mau untuk sekolah. Jangan sampai berhenti di pertengahan jalan, sehingga pendidikannya bisa paripurna,” katanya.(Gn/Humas)