Home Kabupaten Purbalingga Dinkes Lakukan Vaksin Meningitis kepada Calon Jamaah Haji

Dinkes Lakukan Vaksin Meningitis kepada Calon Jamaah Haji

790
0
Calon Haji dari Kabupaten Purbalingga

PurbalinggaNews – Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap ancaman virus yang mungkin terjadi, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga telah melakukan vaksinasi atau pemberian vaksin meningitis kepada seluruh jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Purbalingga.

Kasi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Purbalingga, Ediyono, mengatakan, di Purbalingga pemberian vaksin kepada jamaah calon haji dilakukan oleh seluruh puskesmas yang ada di Purbalingga yakni di 22 Puskesmas. Pihaknya memastikan, saat ini, seluruh jamaah calon haji Purbalingga sudah diberi vaksin meningitis di masing-masing puskesmas yakni mulai bulan April dan selesai bulan Mei 2018.

“Pemberian vaksin penting dan wajib dilakukan kepada seluruh jamaah calon haji. Karena di Arab Saudi, merupakan tempat berkumpulnya jamaah haji dari berbagai negara, dan dimungkinkan ada penyakit meningitis yang mudah menular, sehingga masing masing jamaah calon haji harus divaksinasi meningitis,” ujarnya, Sabtu (2/6).

BACA JUGA   Pangkalan Lanud J.B. Soedirman Gelar Latihan Keamanan Pangkalan

Edi menjelaskan pemberian vaksin meningitis ini cukup diberikan satu kali bagi jamaah calon haji dan kekebalan tubuh akan bertahan hingga dua tahun, sehingga bagi jamaah yang tahun selanjutnya akan melakukan haji kembali atau umroh tidak perlu divaksin meningitis. Pada tahun 2018, Dinas Kesehatan Purbalingga memberikan vaksin meningitis sebanyak sesuai dengan jumlah jamaah calon haji yang akan diberangkatkan, yakni 551 jamaah calon haji.

“Selain wajib diberikan vaksin meningitis, jamaah calon haji juga dianjurkan untuk divaksin influenza secara mandiri. Vaksin tersebut, ditujukan agar, jamaah haji terhindar dari flu saat menunaikan ibadah haji,” tambahnya.

Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Purbalingga awalnya ada 552 calon jamaah haji Purbalingga, namun yang 1 diketahui tidak istitoah atau kondisi kesehatan tidak memungkinkan

BACA JUGA   Bupati Komitmen Bangun 2 Polsek di 2018

Hal tersebut dikarena harus menjalani cuci darah dua minggu sekali, sehingga  perlu pendampingan oleh orang atau manusia, obat dan alat bantu kesehatan.

Sampai saat sekarang tinggal 551 jamaah calon haji, semuanya istitoah, dengan rincian 347 jamaah atau 62, 9 persen sehat/istitoah. Kemudian 204 jamaah sehat akan tetapi harus dengan pendampingan, bisa dengan pendampingan obat, manusia, atau alat bantu kesehatan. Rata rata yang mengalami sakit itu, diantaranya sakit hipertensi, lambung, kolestelol tinggi atau hiperlipid. (PI-2)