Home Kabupaten Purbalingga DLH Adakan Lomba Kelurahan Desa Bersih dan Hijau

DLH Adakan Lomba Kelurahan Desa Bersih dan Hijau

2061
0
Ilustrasi desa bersih dan hijau.

PurbalinggaNews – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 73, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Lomba Kelurahan Desa Bersih dan Hijau (LKDBH) se Kabupaten Purbalingga. LKDBH diikuti oleh 14 kelurahan dan 18 desa perwakilan dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga  mulai tanggal 6 hingga 11 Agustus mendatang.

“Jadi ada lima indikator penilaian yang akan kami lakukan dalam LKDBH nanti,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Purbalingga, Sukirto saat dihubungi, Senin (6/8).

Indikator yang pertama yakni tentang kelembagaan dan partisipasi masyarakat di kelurahan dan desa tersebut. Penilaian nanti akan dilihat dari kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

BACA JUGA   Perangi Narkoba Butuh Pendekatan Hukum dan Pendekatan Kesehatan

“Ini bisa berupa bank sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R), bisa berupa forum-forum, bisa berupa aktivis tetapi yang jelas nanti akan kita cek bagaimana aktivitasnya bukan hanya sekedar cerita tapi ada bukti otentiknya,” jelas Sukirto.

Yang kedua, ia melanjutkan bagaimana desa/kelurahan tersebut mengelola sampah dengan baik. Menurutnya, penilaian pada indikator ini akan difokuskan pada nilai ekonomi.

“Karena pada dasarnya tidak ada sampah kalau mau mengelola, jadi sampah itu kan kalau tidak diolah,” imbuhnya.

Indikator penilaian ketiga, kelurahan dan desa akan dinilai dari segi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimanfaatkan oleh warga setempat. Indikator selanjutnya yakni terkait drainase di sekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA   PT ETS Jajaki Kerjasama Penanganan Sampah

“Pastinya nanti akan dinilai dari segi kesejukan, kerindangan, RTH untuk penyediaan oksigen, untuk bermain dan lain-lain, terus masalah drainase di wilayah itu sudah terkoordinir dengan baik atau belum,” ujar Sukirto.

Indikator terakhir, ia menjelaskan dilihat dari segi sumber penyerapan yang ada di wilayah tersebut. Selain itu juga dilihat inovasi dan kreativitas warga desa maupun kelurahan yang memiliki keunikan dan dapat menjawab terkait persoalan lingkungan hidup di wilayahnya.

“Seperti biopori atau ada kreativitas lainnya yang memang unik untuk bisa menjawab persoalan lingkungan hidup di wilayah tersebut,” paparnya.

Dengan adanya LKDBH Tahun 2018, harapannya dapat memberikan semangat, energy positif kepad asemua pihak untuk dapat berpartisipasi secara aktif karena lingkungan hidup yang baik dan sehat itu merupakan kebutuhan bersama. LKDBH ini menjadi media untuk menstimulasi dan mendorong masyarakat untuk mengelola lingkungannya dengan baik.

BACA JUGA   Pilihan Menyambut Tahun Baru di Purbalingga

“Kami juga akan memberikan hadiah kepada para pemenang dan nanti yang juara satu di Tingkat Kabupaten itu, akan kami kirim untuk diseleksi di Tingkat Provinsi yang insya allah akan dilaksanakan di bulan September dan Oktober,” terang Sukirto. (PI-7)