Home Kabupaten Purbalingga Wisata & Kuliner Es Duren Bancar Memang Cetar!

Es Duren Bancar Memang Cetar!

602
0

PurbalinggaNews-Ketika berbicara soal kuliner khas Purbalingga, nama Es Duren Bancar tak pernah ketinggalan. Tak usah tanya apa istimewanya. Langsung nikmati saja, dijamin rasanya memang cetar!

Bagi orang yang belum pernah mencobanya, tentu bertanya-tanya, apa bedanya Es Duren Kombinasi Pak Kasdi atau yang lebih dikenal dengan nama Es Duren Bancar, dengan Es Durian umumnya. Apalagi setelah sampai ke warungnya yang sempit di Kelurahan Bancar, tepatnya di seberang MarkasKomando  Distrik  Militer  0702/Purbalingga, Tugu Perjuangan dan Taman Maerakatja, sebelum Jembatan Sungai Klawing yang mau ke arah Kecamatan Kaligondang.

“Saya diajak anak mampir kesini, katanya Es Durennya enak. Saya pikir, lah es duren dimana-mana kan sama. Tapi setelah menyicipinya, harus saya akui, rasanya memang beda. Enak banget!” ujar Nirwan (65) dari Jogja yang baru saja berpesiar ke Owabong bersama anak dan cucu-cucunya.

Legitnya Es Duren Bancar juga membuat Narwati (39) dari Punggelan Banjarnegara selalu menyempatkan mampir ke warung milik Kasdi ini kalau kebetulan lewat. Seperti sore itu, dia datang bersama kedua anaknya ketika ada keperluan ke rumah saudara di Purbalingga.

“Kalau lewat pasti mampir. Kalau nggak mampir, anak-anak pasti protes,” ujarnya.

Sekilas memang tak ada yang istimewa dari semangkuk Es Duren yang saat ini dijual seharga Rp 14.000. Komposisinya terdiri dari daging buah durian yang sudah diolah sampai lunak, lalu disiram gula kelapa cair dan santan segar. Setelah diberi serutan es batu di atasnya, tinggal ditambahkan susu kental manis putih plus cokelat panas yang membuat tampilan dan aroma Es Duren Bancar makin menggoda.

Supri, putra Pak Kasdi yang diamanahi mengelola warung di Bancar ini mengatakan, usaha Es Duren ini telah digeluti ayahnya sejak tahun 1969-an. Jauh sebelum itu, Kasdi sempat berjualan bubur kacang ijo keliling.

“Tapi seperti yang kita tahu, wilayah Kecamatan Kaligondang, termasuk daerah tempat kami di Desa Penaruban, banyak orang menanam pohon durian. Dan kalau sedang panen sering sampai terbuang karena banyaknya. Ini yang membuta bapak terbetik ide untuk membuat es dengan memanfaatkan durian yang berlimpah,” jelasnya.

Selain Supri, ada dua orang putra Kasdi lainnya yang juga berjualan Es Durian ini. Pertama, Hadianto yang mengelola cabang di kompleks GOR Satria Purwokerto, Jl. Prof dr Soeharso dan Mulyo yang menempati kios di depan BKD Purwokerto Jl. Suparno No 23 Kios Nomor 5.

“Dari ketiga lokasi ini, system pengelolaannya masih satu dapur. Jadi yang di cabang tinggal jual saja, yang membuat tetap dari sini,” jelasnya.

Setiap hari Supri membantu ayahnya mengolah durian untuk dijadikan bahan es. Sehari membutuhkan 100 hingga 150 butir durian. Durian yang diolah hari ini, biasanya disiapkan untuk dijual esok harinya. Sedangkan santan dan gula kelapa cair, disiapkan mendadak, agar lebih segar dan cita rasa tetap terjaga. Kalau sedang tidak musim durian, pihaknya tetap akan mendapatkan limpahan stok dari Sumatera.

“Tapi, paling enak tetap duren lokal asli Kaligondang atau Pengadegan saja. Karena kami mengolahnya setelah duren tua atau sudah matang di pohon, jadi rasanya sudah enak dari sananya,” jelas Supri yang mengaku selalu menyiapkan stok durian antara 5000 hingga 6000 butir per bulan untuk tiga kios.

Selain es durian, dia juga menyediakan es kopyor, es campur, es duren plus kopyor, es duren campur dan es kopyor campur. Es duren kopyor menjadi menu paling eksklusif, yakni Rp 22.000 per mangkuk. Sedangkan untuk harga es campur paling terjangkau, hanya Rp 8.000 per mangkuk. Tapi yang pasti, semua sajian di Warung Es Duren Kombinasi milik Pak Kasdi, dijamin enak, segar dan cetaarr !! (*)