Home Kabupaten Purbalingga Gerindra Siap Kawal Kesejahteraan Masyarakat Purbalingga

Gerindra Siap Kawal Kesejahteraan Masyarakat Purbalingga

515
0

PurbalinggaNews – Dalam usianya yang ke tujuh tahun, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan tetap memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan, baik di tingkat Nasional maupun di daerah. Selain itu, Gerindra juga akan tetap menciptakan  suasana kondusif dan tidak akan terpengaruh issu di tingkat nasioanl dan di daerah.

“Dan Gerindra tetap akan mengantarkan siapapun pemimpinya dan akan terus mengawal program untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, melalui momentum HUT yang  ke tujuh ini partai kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam rangka menciptakan suasana yang kondusif serta tidak akan terpengaruh issu di tingkat nasional, serta tingkat kabupaten. Kami mengawal siapapun nantinya yang akan bupati/pemimpinya. Pada intinya kita mempunyai satu tujuan, yaitu meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat Purbalingga,”terang Imam Poerseto, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)  Kabupaten Purbalingga, pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai gerindra Ke-7 Tahun 2015 di Gedung Olah Raga (GOR) Mahesa Jenar Purbalingga, Sabtu malam (21/2/2015).

Imam mengatakan, melalui HUT Partai Gerindra, adalah merupakan momentum yang patut disyukuri, karena pada pemilu 2014 yang lalu di Purbalingga, partainya mendapatkan 6 kursi. Hal tersebut tidak bisa lepas dari dukungan masyarakat.

“Ternyata perjuangan kami tidak sis-sia, keberhasilan ini menjadi bermakna karena merupakan usaha jajaran partai mulai dari akar rumput hingga pimpinan. Selain itu, tanpa adanya dukungan dari semua pihak termasuk elemen masyarakat, mulai dari relawan simpatisan serta  pemilih yang ada di Purbalingga mustahil enam kursi dapat diraih,”ujarnya.

Dalam berdemokrasi sambung Imam, berbeda pendapat merupakan hal yang wajar, sehingga perbedaan pilihan agar selalu dihormati. Terlebih dalam menghadapi Pilkada 2015 di Purbalingga,semua diminta untuk menyikapinya dengan cara yang bijaksana.

“Dalam menghadapi Pilkada 2015 mendatang kita harus  menyikapinya dengan local wisdom (kearifan local). Kalau kita bisa bersatu mengapa tidak, dan mari kita bersama-sama mencari putra putrid terbaik untuk menjadi memimpin Purbalingga. Kami berharap, agar semua tetap menjaga kepentingan masyarakat Purbalingga. Karena Purbalingga tidak hanya milik Gerindra saja, tapi kepentingan semua masyarakat,”ujarnya.

Imam meminta, agar rakyat melupakan friksi-friksi (perpecahan) atau hal yang sifatnya negative (tidak baik) di dunia politik. Terlebih lagi dalam pilkada, hal tersebut untuk menyongsong Purbalingga kedepan yang lebih baik.

“Dalam menghadapi Pilkada 2015 yang akan datang kami menyerahkan kepada rakyat Purbalingga. Silahkan untuk memilih pemimpin yang terbaik dan kita kembalikan kepada hati nurani masing-masing.Kami juga tetap mendukung kepemimpinan bupati wakil bupati saat ini, sampai akhir masa jabatan dengan baik walaupun tidak masuk dalam pemerintahan, Gerindra kepengin pada posisis yang sportif dan tetap akan mengawal sepanjang pemerintah dengan kebijakannya berpihak kepada rakyat,”tegasnya.

Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhendrianto dalam sambutanya mengucapkan selamat, atas hari jadinya yang ketujuh partai tersebut. Gerindra juga diminta terus melakukan berbagai upaya pembenahan serta konsolidasi.

“Melalui kesempatan ini, atas nama pemerintah daerah, saya ucapkan hari ulang tahun ke-7 partai Gerindra. Mudah-mudahan di usia tersebut, Gerindra akan terus melakukan berbagai upaya pembenahan serta konsolidasi, sehingga akan berkembang dan bertambah maju,”pintanya.

Dalam acara yang dihadiri, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Wakil Bupati Purbalingga, Sekda Purbalingga, ketua, dan pengurus jajaran serta kader Partai Gerindra Purbalingga, bupati meminta agar jajaran pimpinan  partai politik (parpol) untuk saling menghargai dan bekerjasama.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mohon kepada seluruh pimpinan partai untuk selalu bersama-sama, saling menghargai, dan dapat bekerjasama. Kalau ada persaingan, jangan sampai bersaing di lautan merah (bersaing dengan pertumpahan darah), tapi bersainglah  di lautan biru, bersaing tapi tetap dalam kedamaian,”pintanya. (Sukiman)