Home Kabupaten Purbalingga Gusdurian Menjembatani Hak-Hak Masyarakat

Gusdurian Menjembatani Hak-Hak Masyarakat

681
0
Alissa Wahid berfoto bersama Komunitas Gusdurian Purbalingga di Gedung Kong Kwan Purbalingga, Rabu (28/3) sore.

PurbalinggaNews  – Gusdurian itu harus mampu menjadi jembatan bagi masyarakat dalam mewujudkan hak-haknya. Gusdurian harus menjadi penggerak sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Yang terpentig dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara adalah meleburnya “keakuan” menjadi “kita”. Sehingga tidak ada sekat konflik dalam memperjuangkan nilai-nilai Gus Dur. Dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, kita harus menggunakan prinsip win-win solution sebagai seni berjuang. Asalkan tidak merugikan pihak manapun,” kata Koordinator Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid, saat temu Komunitas Gusdurian Purbalingga di Gedung Kong Kwan Purbalingga, Rabu (28/3) sore.

Putri almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini mengaku senang bisa hadir ke Purbalingga meski baru pertama kali. Dia juga mengapresiasi Gusdurian Purbalingga yang mana sudah ada sebelum Sekretariat Nasional (Seknas) Gusdurian lahir. Dalam memperjuangkan nilai-nilai Gus Dur, tidak ada sedikitpun komunitas yang mendapat bantuan dana dari pusat, semua diselesaikan oleh kemandirian komunitas.

BACA JUGA   Dinkes Purbalingga Ajak Pasangan Pengantin Baru Harus Memiliki Jamban Sehat

“Itu karena figur dan reputasi Gus Dur yang semasa hidupnya telah berjasa kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Alissa mengomentari tentang keberadaan media sosial dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, ujaran kebencian melalui media sosial justru menjadi komoditas politik atau bagian dari agenda politik. Bahkan, ada tim khusus yang menyusun narasi kebencian dengan situs atau portal tertentu seperti yang banyak muncul di media daring.

“Ujaran kebencian tidak akan masuk dan memengaruhi diri kita asal fokus pada arah atau tujuan akhir dari ujaran kebencian itu. Kita fokus pada nilai-nilai yang kita perjuangkan dengan memberikan narasi alternatif. Tugas kita bukan menginsyafkan orang-orang yang berseberangan dengan kita, tapi memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan mereka,” katanya.

BACA JUGA   Jelang Hardiknas, Dindikbud Adakan Ajang Kreativitas PAUD

Koordinator Gusdurian Purbalingga, KH Basyir Fadlullah mengatakan, kehadiran Alissa Wahid ke Purbalingga untuk menjalin silaturahim dengan komunitas Gusdurian di Purbalingga. Setelah dialog dengan komunitas, dilanjutkan dengan temu tokoh masyarakat Purbalingga di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Rabu (28/3) malam. (PI-1)