Home News Ekonomi Harumnya Robusta Kopi Melung

Harumnya Robusta Kopi Melung

92
0

Khalayak umum Purbalingga terbiasa meng-asosiasikan kata melung dengan gulai kambingnya. Padahal Melung memiliki beberapa produk unggulan lainya. Kopi Melung contohnya, Pak Mislum dengan kelompok taninya membudidayakan kopi robusta di daerah yang memiliki ketinggian 180 mdpl.

Dimulai dari panen, Mislum memilih dan memetik buah kopi (read: ceri) yang sudah berwarna merah. Karakteristik ceri robusta berbeda dengan ceri arabika ketika masak. Segrombol ceri arabika akan memerah secara bersamaan, sedangkan robusta dalam satu grombol ceri akan berbeda waktu masaknya.

“petani robusta yang malas akan memanen cerinya bersamaan, merah dan hijau di tebas bareng. Itu yang membuat kualitas biji kopi robusta kurang baik,”kata Mislum ketika dihubungi Kominfo Kabupaten Purbalingga, Selasa (21/06/2022).

Dalam setahun musim panen dengan lahan seluas hampir satu hektar, Mislum biasanya menghasilkan antara 2.300 sampai dengan 1.000 kg ceri kering. Mislum menjelaskan tidak berarti ceri merah kualitas bijinya sudah pasti bagus. Dia harus memproses ceri melalui tahap kontrol kualitas selanjutnya. Untuk melihat apakah ceri itu bagus atau tidak harus di rimbang dahulu.

Tenggelamnya ceri-ceri itu menandakan biji di dalamnya memiliki kualitas yang baik. Yang mengambang dipisakhan untuk dijual dengan kualitas yang lebih rendah. Biji pilihan yang tenggelam ini yang nantinya akan diproses menjadi 3 varian kopi yang Mislum kuasai prosesnya. 3 varian itu adalah kopi natural, kopi wine dan kopi lanang.

“Proses selanjutnya setelah dirimbang adalah memisahkan ceri yang akan diproses wine. Biasanya dalam setahun itu 300kg untuk wine, sebagian besarnya untuk kopi natural dan kopi lanang.” Kata Mislum

rostbean kopi melung

Kopi wine adalah proses pengolahan kopi melalui fermentasi biji kopi secara alami yang prosesnya direkayasa. Ceri basah dibiarkan membusuk selama beberapa hari di dalam plastik kedap. Kemudian setelah itu dijemur dibawah terik matahari. Mislum mengulangi proses pembusukan dan penjemuran tersebut selama tiga kali.

Mislum biasanya menyimpan ceri wine ini dalam kemasan kedap untuk dijadikan stok. Jika ingin langsung di jual, Mislum harus memisahkan biji kopi dari kulitnya dahulu untuk kemudian dijemur kembali. Biji kopi yang belum dimasak ini biasa disebut dengan greenbean dan yang sudah dimasak disebut rostbean. Harga per-kilogram kopi wine melung greenbean 40.000 , 150.000 untuk yang rostbean, dan 200.000 untuk yang bubuk. Karakteristik kopi wine Melung aromanya yang sangat harum dengan sedikit rasa asam.

Sebagian besar ceri hasil panenan diprose secara natural dengan menjemur dan mengupas kulitnya. Dalam fase greenbean ini proses pemilihan kopi lanang dimulai. Sejatinya kopi lanang adalah anomali yang terjadi secara alami ketika proses penyerbukan/pembuahan. Anomali ini menyebabkan biji kopi tidak tumbuh sempurna seperti biji kopi pada umumnya.

“kita memilih satu persatu dengan melihat bentuk biji kopi yang seperti kacang tanah, belahannya menyatu, tidak seperti biji kopi pada umumnya yang terbelah seakan memecah,” kata Mislum

Mislum mendapatkan kopi lanang rata-rata 150 kg dalam satu kali panen. Dari hasil yang sedikit tersebut wajar jika per-kilogram greenbean kopi lanang Melung mencapai 70.000, 250.000 untuk rostbean, dan 300.000 untuk yang bubuk. (an/kominfo)