Home Kabupaten Purbalingga Ikuti Summer Camp, Kontingen Putri Purbalingga Terbaik I

Ikuti Summer Camp, Kontingen Putri Purbalingga Terbaik I

762
0
Kontingen Purbalingga saat mengikuti ajang Summer Camp 9 di Bogor, Minggu (1/7).

PurbalinggaNews – Tak memiliki orang tua, tak berarti tak bisa berprestasi. Motivasi itulah  yang ingin ditunjukan anak anak yatim dari Kabupaten Purbalingga saat menyabet predikat Terbaik I di ajang Summer Camp 9 di Bogor, Minggu (1/7).

Summer Camp 9  merupakan jambore nasional anak yatim yang diadakan pada tahun 2018 dengan peserta lebih dari 1500 anak yatim dari 7 propinsi pada 29 Mei –  1 Juli 2018. Terdiri dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Lampung.

Dalam kegiatan tahunan ini, anak anak yatim berkumpul belajar, bermain dan mempererat ukhuwah. ”Summer camp tahun ini merupakan tahun Ke-9 sekaligus tahun pertama bagi kontingen Purbalingga untuk bergabung,” kata Koordinator kontingen Diah Kusumawardhani.

BACA JUGA   Klenteng Ho Tek Bio Gagas Eco Enzim

Dia mengatakan, Purbalingga sebagai junior untuk pertama kalinya bergabung dalam acara diwakili Panti Nurus Salam, Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, dengan pengasuh Muslikhun. ”Persiapan yang dilakukan kurang lebih hanya 1 bulan secara intensif mengajarkan anak-anak terpilih di bawah arahan koordinator lapangan Sumiati dan Usman,” tuturnya.

Mereka mempersiapkan diri mewakili kontingen Jawa Tengah di bawah arahan Handoko dan Hiri. Mereka berlatih pentas seni bertema cinta tanah air. Dia menambahkan, kontingen juga mempersiapkan ketrampilan yang dibuat sendiri.

Kontingen putri mengolah sampah plastik menjadi bentuk tas dan sejenisnya dan kontingen putra membuat maket rumah dari potongan- potongan kayu . “Sedangkan decoupage (jenis kerajinan) saya pandu langsung,” tambah Diah.

BACA JUGA   Juara MAPSI ke-10 Kab. Purbalingga Akan Hadapi Lomba MAPSI ke-7 Tingkat Jateng

”Alhamdulillah, perjalanan kontingen Purbalingga mendapatkan keberkahan dari Allah. Memang benar bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses yang dilalui,” ujarnya. Di hasil akhir penilaian, kontingen putri mendapatkan predikat Terbaik I dengan aspek penilaian kekompakan, keberanian, sikap, karya seni dan hasil kompetisi di lapangan.

Dikatakan, summer camp mengajarkan bagaimana bersinergi dengan lingkungan dan alam, mengoptimalkan setiap kemampuan, bekerja sama, saling membantu, mendukung, dan mengingatkan. Terinspirasi summer camp, Diah mempunyai mimpi untuk bisa mengadakan kegiatan sejenis khusus untuk panti dan rumah yatim yang ada di Purbalingga.

”Tentunya tidak akan bisa berjalan sendiri namun perlu dukungan para pecinta anak yatim dan pemerintah. Untuk mewujudkan cita-cita ini membentuk generasi penerus bangsa yang berkepribadian dan karakter yang unggul,” katanya. (PI-6)

BACA JUGA   Bazar Produk Pangan dan Olahan Ikan Sarana Promosi Gemarikan