Home Kabupaten Purbalingga Jelang Lailatul Qadar, Ibadah Ditingkatkan

Jelang Lailatul Qadar, Ibadah Ditingkatkan

517
0

PurbalinggaNews – Menjelang datangnya malam lailatul qodr atau malam seribu bulan di sepuluh hari terakhir bulan suci ramadhan, umat diminta berupaya meningkatkan ibadah. Dengan berupaya meningkatkan ibadah di malam tersebut dan menjumpai lalitul qodar, niscaya akan mendapatkan keselamatan, karena pada malam itu, semua malaikat menyanjung-nyanjung kepada umat yang mau beribadah.

“Di malam lailatul qodar ibadah seorang muslim yang bertaqwa lebih baik dari pada ibadah seribu bulan atau ibadah selama seribu bulan dan kalau dihitung bribadah selama  83 tahun lebih,”jelas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purbalingga Abror Musodiq di Pendapa Dipokusumo Juma’t (24/6/2016) pada Pengajian Juma’at Pagi yang diikuti Bupati Purbalingga Tasdi, Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga.

Menurut Abror, malam kemuliaan lailatul qodar tersebut hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, sehingga umat Islam diminta meningkatkan ibadah, baik ibadah mahdoh (murni) maupun ibadah ghoiru mahdoh (tidak murni). Contoh ibadah murni adalah melaksanakn sholat, baca membaca AlQur’an di masjid dan ibadah lainnya. Sedangkan ibadah ghoiru mahdoh adalah ibadah bukan murni salah satu contohnya adalah kegiatan yang diniati dengan niat baik atau ibadah, seperti seorang memasak untuk kebutuhan keluarganya, seorang istri melayani suami dengan baik dan sebagianya.

Amalan-amalan yang perlu dilakukan pada malam tersebut, tambah Abor, salah satunya adalah melaksanakan i’tikaf di masjid-masjid dengan berdiam diri dengan membaca amalan yang dianjurkan oleh Rasululloh.

Karena mulianya malam lailatul qadar, sehingga Rasululloh SAW menganjurkan supaya umatnya menyambut dan menghayati malam yang berkah itu dengan jenis amalan dan ibadah, seperti yang diterangkan dalam hadists Abu Hurairah, “Barangsiapa mengahayati malam lailatul qadar dengan mengerjakan sembahyang dan berbagai jenis ibadah lain, sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah ta’ala, niscaya ia diampuni dosa-dosa terdahulu.

Senada dengan Abros Musodik, Bupati Purbalingga Tasdi meminta, agar kegiatan pengajian atau  amalan-amalan yang dilakukan pada bulan ramadhan, semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para umat, sehingga dengan amalan-amalan atau ibadah tersebut menjadikan manusia yang bertaqwa. (Sukiman)