Home Kabupaten Purbalingga Jembatan Lengkung Sungai Karang Perpendek Jarak Panusupan-Makam

Jembatan Lengkung Sungai Karang Perpendek Jarak Panusupan-Makam

434
0

PurbalinggaNews – Masyarakat Desa Panusupan dan Desa Makam  Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga,  kini tidak lagi menempuh jarak terlalu jauh untuk menjangkau kedua desa tersebut. Pasalnya, jembatan lengkung Sungai Karang yang menghubungkan kedua desa tersebut sudah dapat digunakan untuk lalulintas masyarakat, karena sudah selesai pengerjaannya. Jembatan dengan lebar 3,5 meter dan panjang 70 meter telah selesai pengerjaan dan diresmikan penggunannya oleh Bupati Purbalingga, Senin (6/4/2015).

“Dengan selesainya pembangunan jembatan ini, diharapkan akses  masyarakat kedua desa tersebut dapat lebih diperpendek. Sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masayarakat,”tutur Camat Rembang Suwarto saat mendampingi Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto pada acara Peresmian Pembangunan Sarpras Hasil Pembangunan PNPM MPd Kabupaten Purbalingga Tahun 2014 di Desa Panusupan Kecamatan Rembang.

Selama ini, sambung Suwarto, warga desa Panusupan yang hendak ke Desa Makam harus memutar melewati Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol, sehingga jaraknya terlalu jauh.

“Sedangkan masyarakat kedua desa yang ingin memperpendek jarak, satu- satunya akses adalah dengan menyeberang melalui Sungai Karang. Hal itu dilakukan masyarakat ketika musim kemarau tiba, namun ketika musim penghujan tiba mereka harus memutar melalui Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol,”terangnya.

Suwarto menambahkan, selain jembatan, jalan akses menuju kedua desa tersebut yang melalui jembatan lengkung juga sudah selesai dikerjakan. Jalan dengan panjang dua kilometer yang menghubungkan Panusupan-Makam baru sebagian yang diaspal, sedangkan sisanya masih berbentuk makadam.

“Sehingga kedepan, penyelesaian pekerjaan jalan dapat diusulkan melalui program pemerintah bersama TNI yaitu TMMD. Sedangkan jembatan lengkung tersebut merupakan proyek PNPM MPd pola khusus Masterplan Perluasan Dan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3 KI) yang menelan biaya Rp582 juta ditambah swadaya masyarakat sebesar Rp221 juta,”terangnya. (Sukiman)