Home Kabupaten Purbalingga Kapolres : Boleh Demo, Tapi Cukup di Purbalingga Saja

Kapolres : Boleh Demo, Tapi Cukup di Purbalingga Saja

463
0

PurbalinggaNews-Kepolisian Resort Purbalingga menggelar apel konsolidasi dalam rangka mengawal kebhinekaan yang dilaksanakan di alun-alun Purbalingga Senin pagi (28/11). Apel yang diikuti unsur TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Linmas dan sejumlah organisasi masyarakat bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya permasalahan keamanan terkait demonstrasi susulan setelah demonstrasi yang menimbulkan potensi perpecahan keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa pada 4 Nopember 2016 di Jakarta.

Bupati Purbalingga Tasdi yang bertindak sebagai pembina upacara, membacakan amanat Kepala Kepolisian Jawa Tengah yang menyampaikan bahwa apel gelar pasukan yang dilaksanakan serentak di wilayah Jawa Tengah adalah representasi dari kesiapan pihak Kepolisian untuk antisipasi adanya rencana unjuk rasa di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2016.

Lebih lanjut, Kapolda Jateng Condro Kirono, menghimbau kepada masyarakat Jawa Tengah untuk tidak mengikuti aksi demonstrasi ke Jakarta bahkan Kapolda telah mengeluarkan Maklumat Nomor : Mak/01/XI/2016 tertanggal 25 November 2016 tentang penyampaian pendapat di muka umum / unjuk rasa / demonstrasi.

Setelah menyampaikan amanat, Bupati Tasdi atas nama Pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta apel konsolidasi dalam mengawal kebhinekaan khususnya di Kabupaten Purbalingga.

“Semoga selalu sehat, selalu ikhlas dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Bupati Tasdi.

Sementara itu Kapolres Purbalingga Agus Setyawan Heru Purnomo, menegaskan isi maklumat Kapolda Jateng dengan membacakannya di depan peserta apel. Agus menyampaikan, sebagai antisipasi adanya pergerakan massa dari Purbalingga yang akan ke Jakarta, pihaknya akan menjalankan apa yang telah tertuang dalam maklumat Kapolda Jateng. Ketika dikonfirmasi media terkait ijin pelaksanaan unjuk rasa, Agus menyatakan bahwa sampai hari ini, belum ada permohonan yang masuk.

“Saya tegaskan kembali, boleh demo, boleh unjuk rasa, tetapi disini (di Kabupaten Purbalingga) saja, dan tetap jaga kondusifitas, jika terbukti melakukan pelanggaran yang mengganggu ketertiban umum, akan kami tindak,” pungkas Agus. (taufiq.h)