Home Kabupaten Purbalingga Kartu Tani Diminta Tidak Membuat Petani Ribet Dan Mumet

Kartu Tani Diminta Tidak Membuat Petani Ribet Dan Mumet

586
0
Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi, SH. membacakan sambutan Plt.Bupati Purbalingga saat membuka sosialisasi perubahan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di Pendopo Dipokusumo, Selasa siang (9/10).

PurbalinggaNews – Sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, pelaksanaan program kartu tani sejak tahun 2017 di Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat didayagunakan secara maksimal dan produktif pada penyerapan pupuk dan juga hasil produksi pertanian.

“Kepada Dinas Pertanian saya harapkan agar mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat sehingga mereka tidak bingung dalam penerapannya, jangan sampai inovasi kartu tani membuat petani menjadi ribet dan mumet,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi, SH. membacakan sambutan Plt.Bupati Purbalingga saat membuka sosialisasi perubahan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani di Pendopo Dipokusumo, Selasa siang (9/10).

Wahyu menilai terobosan program kartu tani sangat bagus karena akan didapat informasi-informasi pertanian dengan data yang baik dan valid, meliputi identitas petani, alamat dan luas lahan. Dengan data tersebut Pemerintah akan mempunyai sistem tentang pertanian yang tidak hanya memuat data petani, melainkan juga kapan menanam, jenis tanaman dan juga masa panennya.

BACA JUGA   Presiden Luncurkan Taksonomi Hijau Dalam Dunia Usaha

“Dengan adanya sistem tersebut, Pemerintah bisa mengetahui kebutuhan pupuk bagi petani dan mengontrol kesiapan pabrikan, distributor dan pengecer sampai masa panen dan juga mengecek pemenuhan target hasil produksi,” katanya.

Wahyu mengakui, program kartu masih banyak kendala yang perlu dicari jalan keluarnya secepat mungkin, diantaranya petani tidak dapat ditemui karena meninggal dunia, pindah alamat dan berbagai masalah lainnya sehingga pendataan terkendala. Selain itu juga masih banyak pemilik kios pupul lengkap (KPL) /pengecer enggan menggunakan mesin electric data capture (EDC) dikarenakan faktor sumber daya manusianya. Kendala lain dikarenakan rusaknya mesin EDC, penarikan mesin di tingkat pengecer serta adanya mesin yang belum terpasang.

BACA JUGA   Tempati Rumah Dinas, Bupati Gelar Tahlilan

“Saya ingatkan kepada pemilik KPL agar melayani pembelian pupuk dengan kartu tani karena fakta di lapangan masih banyak yang menjual pupuk secara manual. Program ini akan sukses manakala ada sinergi antara pemerintah dan stakeholder terkait salah satunya adalah KPL,” kata Wahyu.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Edhy Suryono, S.Sos. M.Si. selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian yang mengupas masalah kendala kartu tani di lapangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengenai pengadaan pupuk bersubsidi, dan juga PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) mengenai transaksi dengankartu tani.

Sosialisasi diikuti oleh diikuti oleh OPD terkait, para Camat, para Kepala Desa/ Kelurahan, Koordinator penyuluh pertanian beserta para penyuluh pertanian se Kab. Purbalingga serta pemilik KPL se Purbalingga. Tujuan sosialisasi adalah agar program kartu tani dapat segera diselenggarakan di seluruh KPL yang ada di Kab. Purbalingga. (t/ humas)

BACA JUGA   E - Derap Perwira Edisi Bulan Agustus 2022