Home Kabupaten Purbalingga Wisata & Kuliner Kayak Arus Deras Purbalingga Terus Berkembang

Kayak Arus Deras Purbalingga Terus Berkembang

595
0

PurbalinggaNews – Dua kayaker dekade 1980-an, Haryo Prasetyo dan Toto Rusmanto, Senin-Selasa (8-9/6) menjajal jeram-jeram Sungai Klawing. Bersama sejumlah kayaker dari Komunitas Kayak Tirtaseta Purbalingga, Haryo dan Toto menyusuri aliran sungai itu dari Pos 66 di Desa Majapura Kecamatan Bobotsari hingga Wet house (markas) Tirtaseta di Desa Onje Kecamatan Mrebet.

“Ini sifatnya nostalgia saja. Karena sudah tidak muda lagi, kami hanya mengarungi jeram-jeram dengan grade (tingkat kesulitan) 2 dan tiga,” tutur Haryo Prasetyo, disela-sela pengarungan kepada wartawan, Selasa siang (9/6).

Sepanjang pengarungan yang menempuh jarak sekitar 8 kilometer itu, Haryo dan Toto yang kini sama-sama berprofesi sebagai jurnalis itu dikawal ketat oleh kayaker Tirtaseta. Haryo yang mantan aktifis Pencinta Alam Psikologi (Palapsi) Fakultas Psikologi UGM Jogjakarta itu menggunakan kayak jenis creek, sedangkan Toto lebih enjoy dengan kayak jenis playboat. Hanya saja, bila melewati jeram dengan grade empat atau lebih, kedua veteran itu memiilh melakukan portaging. Yakni mengangkat kayak dan berjalan menyusuri tepian sungai.

“Kalau melintasi jeram grade empat, kami kawatir kayak akan terbalik. Padahal untuk melakukan eskimo rolling (membalikkan kayak yang terbalik ke posisi semula) membutuhkan kelenturan dan kekuatan otot pinggang. Kalau dipaksa, bisa terkilir,” ujar Toto sambil tertawa.

Turunnya dua kayaker yang sempat malang melintang pada dekade 1980-an itu merupakan motivasi dan dukungan kepada Komunitas Kayak Tirtaseta yang berbasis di Desa Onje tersebut. Melalui Tirtaseta, olahraga kayak arus deras berkembang hingga ke sejumlah daerah di Indonesia.

“Jaman kami dulu, kayak arus deras hanya sebatas river running (pengarungan sungai) saja. Kayaknya pun dibuat sendiri dengan bahan fiber. Sekarang sudah lebih maju. Ada slalom, freestyle dan extrem kayaking.  Kayaknya terbuat dari bahan plastik khusus dengan berbagai desain,” ujarnya.

Tirtaseta telah melatih dan mencetak bibit-bibit atlet kayak tidak hanya di Purbalingga dan sekitarnya. Tirtaseta sudah melanglang ke wilayah kabupaten Solok di Sumatera Barat, Kabupaten Asahan (Sumut), sejumlah kota di Jabar, Jatim, hingga Kabupaten Puncak Jaya (Papua).

“Kadang kami yang datang kesana untuk melatih. Tapi tidak sedikit pula yang datang ke Purbalingga untuk belajar kayak di Purbalingga. Bahkan beberapa kali kami kedatangan orang dari luar negeri yang ingin belajar kayak,” tutur ketua Komunitas Kayak Tirtaseta, Toto Triwindarto.  (R*)