Home Kabupaten Purbalingga Kepala BNNK Purbalingga Tekankan Narkoba Ada dan Nyata

Kepala BNNK Purbalingga Tekankan Narkoba Ada dan Nyata

689
0
Sosialisasi BNNK di Wapo Purbalingga

PurbalinggaNews- Kepala BNNK (Badan Narkotika Nasional kabupaten) Purbalingga, Istantiyono menegaskan narkoba merupakan ancaman yang nyata bagi keberlengsungan bangsa. Hal itu disampaikan istantiyono saat memberikan penyuluhan di depan berbagai elemen masyarakat di rumah makan Wapo Kebon Kelapa Purbalingga, Selasa (17/7).

Istantiyono mengatakan, ancaman narkoba bukanlah isapan jempol semata dan masyarakat diminta sadar dan peduli tentang bahaya narkoba. Menurutnya, ancaman narkotika dan psikotropika sudah sangat dekat di hadapan lingkungan masyarakat dan seluruh pihak perlu distimulus agar mereka mampu melakukan deteksi dini bahaya narkoba dan mampu menanggulanginya.

“Tujuan diadakannya penyuluhan ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. Karena kami menduga banyak masyarakat yang menganggap sepele ancaman narkoba dan menganggap ancaman itu adalah semu,” kata Istantiyono.

BACA JUGA   Konsultan Perencana Diminta Lebih Teliti

Dia menambahkan, peran serta semua pihak termasuk yang hadir dalam acara tersebut mampu menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Di hadapan 25 peserta yang terdiri dari Bhayangkari, Persit kodim 0702, PIA Ardhya garini Garini Pangkalan AU Jendral Besar Soedirman, Kokam Muhammadiyah, Banser NU, TP PKK Purbalingga, Dharma Wanita Persatuan dan beberapa ormas lain, istantoyono berharap agar para peserta ikut mensosialisasikan ancaman narkoba ke lingkungan tempat tinggal peserta penyuluhan. Hal itu dimaksudkan agar jika peserta menemukan pecandu di sekitarnya, pecandu bisa mendapat akses fasilitas rehabilitas dari BNNK Purbalingga.

“Kami mohon kepada hadirin untuk ikut mensosialisasikan bahaya narkoba. Jika bapak ibu menemukan pecandu di sekitar tempat tinggal, mohon untuk melapor ke BNNK Purbalingga sehingga bisa tertangani dengan ikut rehabilitasi,” imbuhnya.

BACA JUGA   Plt Bupati Tiwi Membuka Piala Seba Sport U-16

Pemateri lain yaitu Kasi Pascarehabilitasi BNN Provinsi Jawa Tengah, Sardiyanto menuturkan, penyembuhan pecandu narkoba tak hanya dilakukan secara medis namun juga secara social. Artinya, jika pecandu sudah dinyatakan sembuh dari kecanduan konsumsi narkoba, maka sang mantan pecandu harus bisa dibaurkan dengan masyarakat. Mantan pecandu harus dibekali ketrampilan dan pelatihan usaha sehingga mantan pecandu mampu hidup mandiri dan tidak terjerumus kepada hal yang negative lagi.

“Penyembuhan tak hanya secara sisi kesehatan. Nanti kita bantu juga secara social dengan cara pelatihan usaha dan keterampilan. Semoga jiwa kemandirian para mantan pecandu bisa terbangun melalui program tersebut,” tutur Sardiyanto.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan deklarasi dari Kokam Muhammadiyah, Banser NU , GP Ansor dan Badan Koordinasi Antar Gereja (BKSAG) untuk menyatakan kesiapan memberantas narkoba secara bersama-sama. (KP-4)

BACA JUGA   Hari Ketiga Porprov, Purbalingga Tambah Satu Emas Tiga Perunggu.