Home Kabupaten Purbalingga KIM Kulon Progo Studi Banding ke KIM Lentera

KIM Kulon Progo Studi Banding ke KIM Lentera

900
0
Rombongan KIM Kulonprogo beserta Jajaran Dinkominfo Purbalingga berfoto bersama KIM Lentera Purbalingga dan jajaran DInkominfo Purbalingga, Kamis (26/4).

PurbalinggaNews – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kebupaten Kulonprogo study banding terkait dengan pengelolaan KIM keepada KIM Lentera, Kecamatan Karanganyar. KIM itu sendiri merupakan lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang secara khusus berorentasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Kulonptogo, Heri Darmawan mengatakan kedatngannya bersama 11 Ketua KIM se Kabupaten Kulonprogo  untuk menimba ilmu sekaligus bersilaturahmi. Menurutnya dari informasi yang didapat KIM Lentera merupakan KIM terbaik di tingkat Jawa Tengah, dan pernah diundang oleh KIM Negara Malaysia.

“Sehingga kita jauh-jauh datang ke Purbalingga untuk belajar dalam pengelolaan KIM, sehingga kita selalu bersemangat dan terus meningkatkan kegiatan dalam KIM,” katanya, saat memberukan sambutan di Rumah Lesehan KIM Lentera Karanganyar, Kamis (26/4)

BACA JUGA   2019 Ponpes Bakal Disupport Bantuan Pemberdayaan Ekonomi

Kasi Komunikasi Publik pada Dinkominfo Purbalingga, Sapto Suhardiyo mengatakan dalam pengelolaan KIM, Dinkominfo hanya sebagai mediator dan fasilitasor. Keberadaan KIM ditengah masyarakat sangat penting agar informasi dari pemerintah bisa langsung diterima oleh masyarakat. Kegiatan tersebut bisa melalui sosialisasi, edukasi dan pelatihan-pelatihan yang disinkronkan dengan kegiatan Dinkominfo.

“Adanya KIM pemerintah dalam hal ini Dinkominfo bisa menitipkan pesan terkait dengan berita-berita hoax, ujar kebencian dan tulisan yang berbau Sara yang selama ini mewarnai beberapa laman di media sosial,” katanya.

Sedangkan Sekretaris KIM Lentera yang juga Kepala Desa Karanganyar, Tofik mengatakan KIM mempunyai fungsi seperti “calo”. Yakni menjadi diseminasi informasi dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Prinsip KIM bagaimana kita bisa mengembangkan diri dan bisa mempengaruhi masyarakat, dan menggerakannya untuk kegiatan-kegiatan yang kemasyarakat dan keagamaan.

BACA JUGA   TMMD Sengkuyung Tahap III Pacu Semangat Membangun Desa Tanpa Meninggalkan Kearifan Lokal

“Pengembangan KIM lebih difokuskan pada memunculkan, mengemas dan memviralkan kegiatan KIM kepada masyarakat  sehingga masyarakat melek terhadap KIM,” katanya.

Pengembangan KIM lebih penting pada pengembangan pola pikir agar terbuka terhadap informasi dan berbagai perubahan yang ada. KIM harus bisa menginisiasi masyarakat seperti Pembentukan karangtaruna desa, dan organisasi lainnya seperti di IPPNU, GP Ansor, Fatayat dan lain  sebagainya. “Doktrin KIM Lentera yang ditanamkan pada seluruh anggota adalah sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain,” katanya (PI-2)