Home Kabupaten Purbalingga Kloter 88 dan 89 Jamaah Haji Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas Menuju Mekah

Kloter 88 dan 89 Jamaah Haji Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas Menuju Mekah

762
0
Para jamaah haji Purbalingga saat berada di Donohudan.

PurbalinggaNews – Calon jamaah haji Kabupaten Purbalingga sejumlah 548 yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) diterbangkan dari embarkasi Adi Sumarmo Solo dan langsung menuju Mekah, pada hari Senin (13/08) dengan nomor penerbangan GIA 6418 untuk kloter 88 yang terdiri dari 218 jamaah dari Kab. Purbalingga dan 135 jamaah dari Kab. Banjarnegara dan GIA 6320 untuk kloter 89 yang terdiri dari 330 jamaah dari Kabupaten Purbalingga dan 18 jamaah dari Kabupaten Banyumas.

Calon jamaah haji Purbalingga, baik kloter 88 maupun 89 yang langsung diantarkan ke asrama haji Donohudan oleh Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. tiba di Donohudan sekira pukul 07.00 WIB untuk kloter 88 dan kloter 89 pada pukul 08.00 WIB. dan diterima oleh Drs. H. Nur Khamid, M.Pd. Kasi Penerimaan dan Pemberangkatan Jamaah Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Sumarmo Solo.

BACA JUGA   Diguyur Hujan, Warga Kedunglegok Tetap Antusias Nobar Bareng Plt. Gubernur Jateng

Kepada para jamaah haji,Plt Bupati Tiwi yang mengantarkan jamaah beserta suami Bapak Rizal Diansyah dan didampingi Ketua DPRD H. Tongat SH. MM. Sekda Wahyu Kontardi, SH. beserta segenap pejabat Pemkab Purbalingga dan juga anggota DPRD Komisi III berpesan agar para jamaah senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan sebagai keluarga jamaah haji Indonesia dan menjaga perilaku selama menjalankan ibadah haji, dan menjaga kesehatan karena ibadah haji adalah ibadah yang sangat membutuhkan kesiapan jasmani.

“Semoga jamaah calon haji Kabupaten Purbalingga senantiasa diberi keselamatan, kesehatan,kemudahan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji hingga seluruhnya bisa kembali dengan selamat denganmenyandang predikat haji dan hajah yang mabrur,” kata Plt. Bupati Tiwi usai menyerahkan jamaah di asrama Haji Donohudan, Minggu (12/08).

Menurut Drs. H. Nur Khamid, M.Pd. yang menerima para jamaah setelah diserahkan oleh Plt. Bupati Tiwi, menyampaikan bahwa di asrama Donohudan, para jamaah langsung melaksanakan proses cek kesehatan akhir, dan akan beristirahat selama 24 jam di asrama. Para jamaah juga akan mendapatkan bekal diantaranya paspor, visa dan tiket dan juga biaya hidup selama menjalankan ibadah haji.

BACA JUGA   Pagelaran Wayang Kulit Akhiri Rangkaian HUT PGRI

Dirinya berpesan nantinya para jamaah akan mengenakan gelang data yang harus selalu dipakai dan janagan sampai hilang selainmendapatkan buku pedoman manasik dan do’a. Usai istirahat, pagi harinya para jamaah melaksanakan rekam biometrik foto dan sidik jari oleh petugas dari imigrasi Arab Saudi sehingga ketika tiba di Mekah tidak terlalu lama mencocokkan data di Bandara.

“Sebagai keluarga besar jamaah haji Indonesia, mudah-mudahan selama menjalankan ibadah selalu memegang teguh perilaku budaya Indonesia yang ramah dan sopan santun, karena jamaah Haji Indonesia dikenal sebagai jamaah yang paling tertib se dunia,” kata Nur Khamid.

Para jamaah calon haji juga mendapatkan pembekalan dari direktur pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., MPH dan dalam pembekalannya menegaskan bahwa jamaah calon haji harus sehat karena kesehatan adalah salah satu persyaratan (istito’ah) yang dikeluarkan Kementerian Agama RI bagi calon jamaah haji, disamping 6 syarat wajib lainnya. Dan dalam pembekalannya, dr. Fidiansjah memberikan strategi khusus kepada jamaah yang mayoritas sudah berumur lebih dari 40 tahun, agar dalam melaksanakan ibadah selalu dalam keadaan sehat dan siap menghadapi berbagai kondisi di Arab Saudi.

BACA JUGA   Pemkab Purbalingga Berencana Relokasi SDN 1 Jingkang

“Karena ibadah haji adalah ibadah yang komprehensif, betul-betul membutuhkan kekuatan fisik, mental dan spiritualnya, maka demi menjaga kondisi supaya tetap kuat diantaranya adalah jangan sampai jamaah kekurangan cairan dengan minum minimal 10 gelas sehari dan menjaga kelembaban  tubuh dengan cara membasahi tubuhnya sesering mungkin terutama ketika melaksanakan wukuf di Arafah,” kata dr. Fidiansjah. (t/humas)