Home Kabupaten Purbalingga Kopi Jadi Incaran Pengunjung FGS IV di Kampung Dodolan

Kopi Jadi Incaran Pengunjung FGS IV di Kampung Dodolan

905
0
Kepala Bidang UMKM Dinkop UKM berfoto di salah satu stand kopi binaan Dinkop UKM Kabupaten Purbalingga

PurbalinggaNews – Kopi, minuman yang banyak dinikmati oleh masyarakat ternyata paling dicari oleh pengunjung Festival Gunung Slamet (FGS) ke IV tepatnya di Kampung Dodolan. Apalagi kopi ini disajikan langsung oleh para pegiat kopi khas Purbalingga dan dinikmatinya semari melihat pemandangan Gunung Slamet dari Rest Area Lembah Asri Serang.

Kopi yang ditawarkan merupakan kopi khas Purbalingga yang meliputi kopi sigotak dari siregol, kopi kendil dari sirandu, kopi kertanegara , kopi Arabica gunung malang dan masih banyak jenis kopi lainnya. Kopi Purbalingga ini bisa ditemukan di salah satu stan yang disediakan oleh panita FGS IV untuk pegiat kopi Purbalingga.

Dengan adanya stan yang disediakan untuk para pegiat kopi ternyata mampu menjadi wadah untuk memperkenalkan kopi khas Purbalingga kepada para pengunjung FGS yang datang dari berbagai wilayah. Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto dari seluruh gelaran UMKM yang dijajakan di Kampung Dodolan FGS Tahun 2018 yang paling mendominasi penjualannya yakni kopi.

BACA JUGA   Bupati Jenguk Korban Perampokan Purnawirawan TNI AU

“Paling dicari itu kuliner artinya mereka (pengunjung, Red) berburu makanan dan minuman yang unik kalau baju kurang diminati justru kopi yang cukup mendominasi untuk penjualannya,” kata Adi.

Di setiap event, kehadiran kopi Purbalingga memang sudah menjadi tradisi. Ada tiga stan kopi yang menyajikan kopi khas Purbalingga. Hal ini tentunya berdampak baik bagi pelaku usaha kopi untuk bisa mempromosikan kopi khas Purbalingga.

“Pelaku-pelaku kopi di sini sudah sadar bahwa mereka memang harus aktif untuk melakukan promosi di kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Adi menjelaskan Kampung Dodolan pada FGS ini menjadi wadah penting bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga untuk turut serta mempromosikan dan memasarkan produknya. Sehingga pengunjung yang datang dari luar kota maupun dari Purbalingga sendiri dapat mengenal produk-produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM Purbalingga.

BACA JUGA   Lomba Temu Kader PKK

“Kampung Dodolan ini memang sangat strategis dan bermanfaat  sekali, jadi tahun-tahun sebelumnya memang sudah ada dan ini cukup bagus untuk memperkenalkan produk lokal Purbalingga ke masyarakat,” ujarnya.

Di Kampung Dodolan FGS Tahun 2018, panitia menyediakan 40 stand yang digunakan oleh para pelaku usaha mempromosikan dan memasarkan produk-produknya untuk masyarakat. 40 stand ini rupanya masih belum cukup untuk menampung produk-produk milik pelaku UMKM di Purbalingga.

“Mungkin panitia harus lebih menyediakan tempat yang lebih luas lagi karena dari teman-teman kami (pelaku UMKM, Red) banyak yang tidak mendapatkan stand, jadi akhirnya pada titip produk dan segala macem padahal mereka juga ingin sekali buka stand secara mandiri,” terang Adi.

BACA JUGA   Purbalingga Bakal Dirikan Dua BUMD Baru

Ada beragam produk yang ditawarkan di Kampung Dodolan mulai dari konveksi, tas, fashion, makanan kering, batik, aneka kuliner dan masih banyak produk-produk yang lainnya. Pada saat week end nanti juga dimungkinkan akan banyak pengunjung yang memadati dan menyerbu Kampung Dodolan yang berlangsung selama empat hari dari 27 hingga 30 September.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya mendekati weekend yang paling rame sabtu dan minggu kalau kamis dan jumat tidak begitu tapi puncaknya mulai sabtu dari pagi sampai malam hari dan dilanjutkan pada hari minggu,” ungkapnya. (PI-7)