Home Info Kreatif! Rupbasan Purbalingga Gelar Kolaborasi Musik Rebana dan Bedug (RnB) Dengan Wayang...

Kreatif! Rupbasan Purbalingga Gelar Kolaborasi Musik Rebana dan Bedug (RnB) Dengan Wayang Golek

115
0
Kreatif! Rupbasan Purbalingga Gelar Kolaborasi Musik Rebana dan Bedug (RnB) Dengan Wayang Golek
Kreatif! Rupbasan Purbalingga Gelar Kolaborasi Musik Rebana dan Bedug (RnB) Dengan Wayang Golek

PURBALINGGA INFO – Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kabupaten Purbalingga menggelar sebuah pertunjukan seni musik Rebana dan Bedug (RnB) yang dikolaborasikan dengan pertunjukan wayang golek. Kolaborasi seni dalam rangka wujud pelestarian budaya lokal tersebut digelar hari Kamis (22/9/2022) bertempat di ruang penyimpanan Rupbasan Purbalingga.

Pada saat pementasan, para pegawai Rupbasan lah yang menjadi pemain musik Rebana dan Bedug (RnB) mengiringi pertunjukan wayang golek. Sedangkan budayawan ternama, Ki Kusno menjadi dalang wayang golek yang berkisah tentang lakon sang Adipati Umar Maya berjudul “Gudang Pusaka Adipati Umar Maya”.

Kepala Rupbasan Purbalingga, Tri Agung Arianto, mengatakan selain mendukung kebudayaan, adanya pertunjukan wayang golek kali ini sekaligus menjadi media sosialisasi tentang apa saja yang menjadi tugas pokok dan fungsi Rupbasan kepada masyarakat.

BACA JUGA   Menutup Rangkaian HUT RI ke 72 Kecamatan Bukateja Gelar Wayang Kulit

“Kami berinisiasi untuk ikut nguri-uri budaya bangsa. Dalam menyukseskan program-program pemerintah, kami pun merasa perlu untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh sebab itu, kami pun bergandeng tangan dengan para stakeholder, khususnya para pelaku seni,” ujar Agung.

Kreatif! Rupbasan Purbalingga Gelar Kolaborasi Musik Rebana dan Bedug (RnB) Dengan Wayang Golek

Sementara itu, Kepala bidang Pembina Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Wasis Andri Wibowo, mengapresiasi suksesnya pagelaran tersebut. Ia mengatakan, hadirnya inisiasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Rupbasan dalam bidang kebudayaan juga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari instansi dinas yang lain.

Sehingga, lanjut Wasis, terbentuklah sinergi dalam pelestarian budaya tradisional Indonesia, khususnya budaya Jawa.

“Kami harap animo masyarakat terhadap pelestarian warisan kebudayaan bisa terus meningkat. Mudah-mudahan masyarakat semakin cinta budaya, sebab kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menyayangi dan melestarikan budaya adiluhung yang kita miliki,” pungkasnya. (GIN/Kominfo)

BACA JUGA   Tahun 2018, Pemkab Purbalingga Akan Bahas 30 Raperda