Home Kabupaten Purbalingga Lazizmu Kampanyekan Zakat dengan Tebar Takjil

Lazizmu Kampanyekan Zakat dengan Tebar Takjil

672
0
Andi Pranowo Direktur Lazismu sedang Talkshow di Radio Gema Soedirman

 

PurbalinggaNews, Lembaga Zakat Infak dan Sodaqoh Muhamadiyah Purbalingga mengampanyekan zakat, infak dan sidakoh (ZIS) dengan menyebarkan takjil kepada para dhuafa di wilayah Purbalingga selama Ramadhan. Gerakan sebar takjil dengan harga Rp 7.500 per harga takjil menjadi wahana yang efektif untuk menggerakan para muzzaki untuk mentasyarufkan zakat, infak dan sodaqohnya.
Direktur Lazosmu Purbalingga Andi Pranowo mengatakan pada tahun ini kita targetkan ZIS pemasukan pada bulan Ramadhan 1439 Hijriyah sebesar Rp 100 juta. Meningkat sebanyak Rp 60 juta dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 40 juta. Sedangkan untuk penerimaan total Lazismu tahun 2017 sebesar 14,6 Miliar dari target target Rp 5 Miliar.
“Untuk tahun 2018 kita targetkan diangka Rp 8-9 miliar, target tahun ini lebih besar dari tahun lalu dikarena Lazismu pada tahun ini telah menggunakan aplikasi pemasukan satu pintu. Aplikasi tersebut mampu menjangkau di 24 layanan Lazismu,” katanya disela-sela dialog talkshow di Radio Gema Soedirma, 96,3 FM, Jum’at (25/5).
Selain mengeluarkan program sebar takjil, Lazismu juga ada buka bersama anak yatim, 500 paket kado Ramadhan, back to masjid, mudikMu aman. Untuk program buka puasa bersama, terutama para ibu-ibu karena mendapatkan menstrausi, orang sakit, orang jompo, yang tidak bisa berpuasa bisa memberikan fidyahnya ke kaum duafa.
“Kalau masyarakat bingung bagaimana memberikan fidyahnya, bisa memberikan fidyahnya ke Lazismu. Dan Lazismu akan memberikannya ke kaum duafa seperti panti asuhan yatim-piatu dengan besaran Rp 25.000 untuk makan satu hari,” tambahnya.
Untuk penyaluran fidyah kita bekerja sama dengan lembaga atau majelis otonom Muhammadiyah dan lembaga-lembnaga filantropi seperti Relawan Purbalingga Peduli (RPP). Pada Kegiatan tersebut juga akan kita salurkan 500 paket kado Ramadhan dalamm bentuk sembako dengan harga sebesar Rp 100 ribu.
“ Saya berharap dengan program-program yang ada bisa membantu program pengentasan kemiskinan di Purbalingga yang nota bene rangking 4 se-Jawa Tengah jumlah orang miskinnya,” ujarnya (PI-2)