Home Kabupaten Purbalingga Pemkab Purbalingga Apresiasi Upaya Kontra-Radikalisasi

Pemkab Purbalingga Apresiasi Upaya Kontra-Radikalisasi

527
0
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Purbalingga, Drs Agus Winarno MSi mewakili Plt. Bupati Tiwi saat acara Sarasehan Pelajar Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Purbalingga yang bertema Pelajar dan Pemuda Purbalingga Menangkal Terosisme dan Radikalisme, di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Sabtu (30/6).

PurbalinggaNews – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyatakan apresiasinya kepada elemen masyarakat yang berupaya kontra-radikalisasi guna pencegahan paham terorisme. Hal itu disampaikan oleh Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Purbalingga, Drs Agus Winarno MSi dalam acara Sarasehan Pelajar Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Purbalingga, di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Sabtu (30/6).

Agus menyampaikan, IPNU dan IPPNU selama ini telah turut andil dalam mengisi kemerdekaan, banyak kegiatannya yang dilaksanakan. Salah satunya yaitu menggencarkan pencegahan paham radikal dan terorisme.

“Kami sebagai pemerintah daerah, termasuk BNPT (Badan Nasional Penanggulangan), Kepolisian dan TNI tidak bisa sendirian dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan radilakisme dan terorisme. Akan tetapi butuh peran serta dari seluruh komponen masyarakat,” katanya dalam acara yang bertemakan Pelajar dan Pemuda Purbalingga Menangkal Terosisme dan Radikalisme ini.

BACA JUGA   Cuti Melahirkan, Upah Pokok Pekerja Pabrik Tetap Dibayarkan

Menurut Agus, ada dua strategi yang digunakan untuk menangkal dan menanggulangi radikalisme dan terorisme. Diantaranya adalah Kontra-radikalisasi dan Deradikalisasi. Kotra-radikalisasi bisa dilakukan diantaranya dengan penanaman paham keindonesiaan serta nilai non kekerasan.

“Dalam prosesnya, strategi Kontra-radikalisasi bisa dilakukan melalui pendidikan formal maupun non formal. Kontra-radikalisasi diarahkan kerjasama dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, atau tokoh pemuda seperti dilakukan saat ini,” tuturnya.

Setrategi yang ke dua yaitu dengan cara Deradikalsiasi, lebih ditujukan kepada kelompok yang sudah terlanjur bergabung dengan paham radikalisme dan terorisme. Cara ini bisa dilakukan dengan memberi pencerahan baik di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) maupun di luar Lapas.

Pelajar merupakan kelompok usia remaja yang masih labil serta mudah penasaran dengan sesuatu yang baru dalam menemukan eksistensi diri. Kondisi ini tak pelak mudah diberi pengaruh yang negatif oleh pihak-pihak tertentu, termasuk pengaruh paham radikalisme.

BACA JUGA   Kliping Media Tanggal 4 November 2017

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Purbalingga, KH Basyir Fadlulloh mengatakan, dimata masyarakat radikalisme sudah menjadi hal yang buruk. Maka dari itu dalam menyikapi radikalisme dengan cara memperluas wawasan ilmu pegetahuan. Perbedaan merupakan qodratullah dan dari hal itulah toleransi menjadi hal yang wajib ada.

“Ketika toleransi sudah menjadi hal yang terikat dengan perbedaan, maka bangsa kita akan kuat,” katanya.

Pasien Intel Kodim 0702 Purbalingga, Kapten Arm Khasan mengatakan, radikalisme merupakan sikap yang berada di luar sistem yang ada di tatanan kehidupan dengan berbagai motif. Terorisme merupakan perbuatan berbentuk ancaman atau perilaku kasar yang menimbulkan ketidak amanan yang mengakibatkan teror di tengah masyarakat.

BACA JUGA   Ikut Entaskan Kemiskinan, BPR Artha Perwira Bantu RTLH dan Pelaku UMKM di Desa Krenceng

KBO Satintelkam Polres Purbalingga, Iptu Sugiyanto mengatakan, paham radikalisme dan terorisme memang tidak semua orang bisa mengetahui sistem persebarannya. Hal ini menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

“Sudah ada beberapa  warga di Purbalingga yang terpengaruh paham tersebut. Kewaspadaan ini tanggung jawab semua pihak, tidak hanya aparat tapi juga masyarakat termasuk pelajar,” kata Iptu Sugiyanto

Ketua IPNU Purbalingga, Khayat Nur Iman mengatakan, IPNU dan IPPNU sebagai generasi muda NU perlu menggelar kegiatan ini.  “Pelajar wajib mengetahui wawasan tentang bahaya terorisme dan radikalisame bagi keberlangsungan NKRI,” ungkapnya. (Gn/Humas)