Home Kabupaten Purbalingga Pemuda Diminta Tangkal Radikalisme dan Informasi Hoax

Pemuda Diminta Tangkal Radikalisme dan Informasi Hoax

661
0
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Ir Prayitno, M.Si saat membuka acara Lomba Debat Intelektual ke-4 SMA/SMK/MA Tingkat Kabupaten Purbalingga di aula Dinporapar Purbalingga, Minggu (9/9).

PurbalinggaNews – Kalangan pemuda diminta tidak terpengaruh dengan ancaman paham  radikalisme dan informasi hoax yang berkembang di media sosial. Kalangan pemuda yang dikenal dengan generasi milenial saat ini tidak bisa dilepaskan dari penggunaan handphone dan internet. Ancaman paham radikalisme dan informasi hoax belakangan sangat subur berkembang melalui media sosial dan internet. Disisi lain, pemuda juga diharapkan ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tulisan-tulisan bermuatan ujaran kebencian dan fitnah dinilai bisa mengancam keutuhan bangsa. Radikalisme dan hoax adalah masalah serius. Kita harus melawan mereka karena kalau diam mereka bakal menimbulkan bahaya yang besar bagi keutuhan NKRI,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Ir Prayitno, M.Si saat membuka acara Lomba Debat Intelektual ke-4 SMA/SMK/MA Tingkat Kabupaten Purbalingga di aula Dinporapar Purbalingga, Minggu (9/9).

Lomba debat yang diikuti 35 regu itu diselenggarakan oleh Badan Penggerak Pemuda Daerah (BPPD) Purbalingga.

Prayitno yang mewakili Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, MM, B.Econ menyampaikan apresiasi kepada Badan Penggerak Pemuda Daerah (BPPD) Purbalingga yang telah menginisiasi kegiatan yang menggerakkan para pemuda. Tidak hanya itu, ia bangga dengan para peserta yang penuh semangat dan motivasinya untuk mengikuti lomba debat intelektual. “Kami atas nama pemerintah Kabupaten Purbalingga sangat berterima kasih kepada BPPD yang sudah mengadakan lomba debat yang sudah keempat kalinya,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan kegiatan lomba yang menggandeng para pemuda ini agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada seperti persoalan kemiskinan, angka pengangguran dan peringkat Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di urutan 27 se Jateng. Sehingga dengan lomba debat ini dapat mencetak para pemuda yang memiliki gagasan demi kemajuan Purbalingga. “Kegiatan ini nantinya bisa berkontribusi melahirkan generasi muda cerdas berlogika yang berkontribusi untuk daerah,” ujarnya.

Prayitno mengatakan, lomba debat antar pemuda menjadi wadah untuk menyalurkan minat, bakat dan kompetensi yang dimiliki untuk memunculkan berbagai ide dalam membangun suatu daerah. Tidak hanya itu dengan kepercayaan diri yang dimiliki para peserta juga wawasan yang luas, mereka dapat mengembangkan berbagai pemikiran yang positif untuk perkembangan suatu daerah. “Kegiatan ini dapat sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan mengembangkan argumen,” ungkapnya.

Prayitno menambahkan salah satu manfaat lomba debat antar pemuda juga untuk mengasah daya saing pemuda sehingga kelak menjadi generasi yang berkualitas. Sebagaimana visi Purbalingga yakni mewujudkan Purbalingga yang mandiri, berdaya saing, menuju masyarakat sejahtera yang berakhlakul karimah.  “Di era seperti sekarang ini sangat dibutuhkan kemampuan daya saing yang baik antar peserta agar kita tidak tertinggal dengan negara-negara lain,” tambahnya.

Prayitno berharap lomba debat intelektual tidak hanya sebatas lomba tetapi ada hasil dan dampak positif yang diperoleh dari lomba debat yang bertajuk “Kontribusi Pemuda Daerah Berwawasan Global untuk Kemajuan Purbalingga’.  Nantinya diharapkan muncul gagasan yang mampu dikembangkan untuk membangun Purbalingga menjadi lebih baik lagi. “Selesai lomba ini, harus ada pemikiran dan ide yang bisa dikembangkan untuk pembangunan desa di Purbalingga,” harap Prayitno.

Sementara itu, dari lomba tersebut keluar sebagai juara I lomba debat diraih SMKN 3 Purbalingga. Sedang juara II dan III diraih SMAN 1 Purbalingga Tim B, dan SMKN Kaligondang Tim B. (y)