Home News Ekonomi Perempuan Zaman Now Harus Pintar Berbisnis

Perempuan Zaman Now Harus Pintar Berbisnis

803
0
Evin Dwi Wahyuni selaku Penasehat ME Purbalingga sedang memberikan sambutan pada acara Muslimah Entrepreneur Fair 2018 di Griya UMKM, Sabtu (7/5)

PurbalinggaNews – Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto mengapresiasi kegiatan Muslimah Entrepreneur (ME) Purbalingga karena menurutnya ibu-ibu di Purbalingga ternyata mampu berbisnis. Menurutnya, Ibu-ibu zaman sekarang pintar, kreatif dan mampu berinovasi di dunia bisnis.

“Intinya membantu para suami untuk mencukupi kebutuhan atau mungkin berekspresi atau hanya sekadar mencukupi kebutuhan jajan bocah,” ujar Adi pada saat ME Fair Purbalingga 2018 di Griya UMKM Kabupaten Purbalingga, Sabtu (5/5).

Ia mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh jaringan ME Purbalingga. Adi pun menjelaskan kepada komunitas ME kalau Purbalingga memiliki produk Bela Beli Purbalingga.

Harapannya para pelaku ME dapat membantu memasarkan produk-produk Purbalingga. Kemudian, Adi menambahkan akan memberikan data dukung kepada ME produk-produk yang dapat dijual melalui jaringan ME.

“Mudah-mudahan dengan sinergi kami dari Pemkab Purbalingga melalui Dinkop UKM dengan ME Purbalingga dapat mensukseskan program Bela Beli Produk Purbalingga,” pesannya.

Muslimah Entrepreneur (ME) begitu sebutan bagi komunitas muslimah yang bergeliat aktif di bidang ekonomi dan bisnis. Berawal dari beberapa orang muslimah yang memiliki usaha bergabung menjadi satu untuk belajar dan berbagi pengalaman di dunia bisnis.

“Kami awalnya beberapa orang yang punya usaha, ingin sekali temen-temen dari muslimah itu punya peran untuk membangun ekonomi umat,” kata Evin Dwi Wahyuni selaku Penasehat ME Purbalingga.

Evin menyampaikan ingin membudayakan Bela Beli Produk Purbalingga milik anggota ME Purbalingga. Nantinya, konsumen tidak perlu jauh-jauh berbelanja berbagai macam produk karena ME menyediakan produk-produk yang berkualitas.

“Intinya di ME itu adalah dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki itu ada, semuanya produk muslimah, jadi gak perlu jauh-jauh ke mall,” ujar Evin.

Menurutnya, produk yang dipasarkan di ME memiliki kelebihan yakni dapat dipesan secara online ataupun via telepon dan langsung diantarkan kepada konsumen tanpa perlu datang ke tempat penjualan. Penjualan di ME menurutnya mengikuti perkembangan zaman yang dimana saat ini banyak penjualan dipermudah dengan teknologi.

“Jadi kita sambil pencet-pencet hp, sambil tiduran, apalagi kalau ibu-ibu biasanya ngurus anak-anak, ngurus suami apalagi punya bisnis, tinggal pencat pencet hp datang semua yang kita inginkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ME di Purbalingga mendapatkan respon yang positif dari kaum muslimah Purbalingga khususnya. Padahal, ia mengimbuhkan ME Purbalingga belum genap satu tahun berdiri namun sudah banyak anggota yang bergabung dan begitu antusias untuk mengikuti ME.

“ Yang jelas, kami ingin sekali mengangkat ekonomi teman-teman muslimah dan produknya dijamin enak, sehat dan berkualitas,” tegas Evin.

Evin berharap dengan adanya bazar ME di Purbalingga yang bertempat di Griya UMKM dapat menarik lebih banyak konsumen karena lokasinya yang strategis. Ia pun mengapresiasi ME Purbalingga yang dengan semangat sudah dapat menggelar acara ME Fair dan Talkshow Lets Talk About Sex & Love “Bojo Keurus, Bisnis Mulus” oleh dr. Agus Puji, MA.,SpOG Pakar Kesehatan Reproduksi.

“Saya mengapresiasi sekali semangat teman-teman karena dengan acara seperti ini teman-teman ME Purbalingga bisa meningkatkan ekonomi temen-temen juga,” ungkapnya. (PI-7)