Home Kabupaten Purbalingga Persiapkan Jambore Kwarda Jateng, Kwarcab Purbalingga Gelar Lomba Ketrampilan Penggalang

Persiapkan Jambore Kwarda Jateng, Kwarcab Purbalingga Gelar Lomba Ketrampilan Penggalang

1279
0
Peserta Lomba Ketrampilan Penggalang sedang berdiskusi usai membuat kerangka pionering di LapanganSepak Bola Purbalingga Lor, Minggu (8/5)

PurbalinggaNews – Guna mempersiapkan Jambore Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Jawa Tengah, Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga menggelar lomba ketrampilan penggalang. Lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkarya dan kemandirian suatu tim dalam kepramukaan penggalang. Selain itu juga untuk meningkatkan kedisiplinan dan bertangung jawab serta komitmen terhadap kode kehormatan Pramuka. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Kwarcab Purbalingga, Trisnanto Srihutomo saat membuka perlombaan di Lapangan Sepak Bola Purbalingga Lor, depan Sanggar Bhakti Kwarcab Purbalingga, Minggu (8/5). Lomba tersebut mengambil tema trampil, tangkas dan berkarakter, dengan motto satyaku kudarmakan darmaku kubaktikan.

“Gelar ketrampilan penggalang merupakan paduan ketrampilan pramuka, berkarya serta ketangkasan gerakan dalam rangkaian pegelaran. Dengan adanya lomba ini diharapkan dapat meningkatkan kompetisi antar kwarran di wilayah Purbalingga,” katanya.

Sedangkan Ketua Bidang Bina Muda, Kusno mengatakan Kwarda Jawa Tengah akan dilaksanakan sekitar Juli, dan Kwarcab Purbalingga ditunjuk sebagai tuan rumahnya. Kwarda akan dilakukan di Bumi Perkemahan (Buper) Munjul Luhur Kecamatan Bojongsari.

“Kegiatan ketrampilan ini diikuti oleh 483 anggota pramuka penggalang dari 8 kecamatan, yang seharusnya diikuti oleh 18 kecamatan, namun dikarenakan ada berbagai hal sehingga baru bisa dilaksanakan 8 Kecamatan. Peraih juara 1,2 dan 3 nantinya akan ditampilkan acara Jambore Daerah di Buper Munjul Luhur,” katanya.

Kusno mengatakan penilaian kegiatan dilihat dari beberapa aspek yakni pionering dengan tinggi menara maksimal 4 meter. Kedua PBB bertongkat dengan ukuran bambu 160 cm dan dicat, ketiga isyarat semboyan dengan penilaian terkait dengan kerapihan, kekompakan, semangat dan konfigurasi. Keempat seni budaya yakni dengan penampilan seni tari kreasi banyumasan.

“Untuk Tari kreasi Banyumasan iringan musik rekaman dan kostum menyesuaikan dengan kriteria penilaian berupa penghayatan, kretivitas dan penampilan. Dalam perlombaan tersebut mendapatkan piala juara 1, juara 2, juara 3 dan piagam kejuaraan,” katanya. (PI-1)