Home Kabupaten Purbalingga Plt Bupati Ajak Tumbuhkan Semangat Juang Untuk Tekan Kemiskinan

Plt Bupati Ajak Tumbuhkan Semangat Juang Untuk Tekan Kemiskinan

545
0
Plt. Bupati saat memberikan sambutan dalam acara Malam Tasyakuran dalam rangka Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis (16/8).

PurbalinggaNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menyelenggarakan acara Malam Tasyakuran dalam rangka Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, Kamis (16/8) di Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Acara ini dihadiri oleh segenap Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Instansi Vertikal ,BUMD, BUMN, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat.

Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KBP3A) Kabupaten Purbalingga Wahyu Ekonanto SH selaku penyelenggara menyampaikan acara ini merupakan wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat kemerdekaan yang kepada bangsa Indonesia.

“Kali ini kita diharapkan bisa mengenang kembali nilai-nilai perjuangan dalam rangka kemerdekaan indonesia, meningkatkan patriotisme terhadap bangsa dan negara serta menjaga tegaknya 4 pilar kebangsaan : UUD’45, Pancasila, NKRI Bhineka tunggal ika,” katanya.

Pada malam tasyakuran ini juga ada saresehan dengan narasumber Drs H Ahmad Kifni yang memberikan wejangan dan refleksi kebangsaan dari sisi toleransi beragama. Diharapkan wejangan tersebut bisa memupuk kembali semangat kebangsaan, dan semangat gotong royong.

Pada rangkaian peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI, Dinsosdalduk KBP3A sebelumnya juga telah melaksanakan kegiatan sosial. Diantaranya kerja bhakti di taman Makam Pahlawan Purbosaroyo pada Senin (13/8). Selain itu juga anjangsana ke janda perintis kemerdekaan RI atas nama Sampi Sanwireja di Desa Munjulluhur RT 01/01 pada Rabu (15/8).

Sedangkan pada acara malam itu juga dilaksanakan pemberian bantuan Tahap I (Januari – Juni) kepada Orang dengan Kedisabilitasan Berat (ODKB) bantuan odkb untuk para penyandang cacat. Bantuan diberikan kepada 5 orang dengan masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1,8 juta.

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon dalam sambutannya menyampaikan agar hadirin mengingat kembali jasa para pahlawan. Sebab upaya untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan bukanlah hal yang mudah.

“Tentunya kita sebagai bangsa yang Indonesia yang diberi nikmat kemerdekaan, kita juga ditugaskan untuk mengisi kemerdekaan. Momentum ini kita jadikan refleksi bagaimana kita tingkatkan semangat juang, nasionalisme, dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja ikhlas,” katanya.

Untuk mencapai visi Purbalingga, saat ini masih banyak PR yang harus di selesaikan khususnya masalah kemiskinan. Sebab Kabupaten Purbalingga saat ini tingkat kemiskinan tertinggi urutan no 4 diantara 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Meski demikian, alhamdulillah tiap tahun kemiskinan kita terus menurun. Mulai dari 19,7% di tahun 2015, lalu 18,98% di tahun 2016 dan 18,78% di tahun 2017,” katanya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga juga diakuinya masih rendah, akrena berada di peringkat ke-27 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Meski demikian, IPM Purbalingga tiap tahunnya terus mengalami kenaikan, sekarang 67,48 dari yang sebelumnya 67,03.

“Saya yakini Kabupaten Purbalingga masih punya potensi yang luar biasa. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan seperti akan adanya bandara. Efeknya luar biasa, karena telah mengundang investor untuk membangun hotel atau resort di sini,” katanya.

Sementara itu Drs H Ahmad Kifni dalam saresehannya menyampaikan bahwa kemerdekaan selain berkat jasa pahlawan, tentunya juga atas izin dan ridha Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia harus Agree in disagreement atau setuju dalam perbedaan.

“Kalau dalam hal berbangsa dan bernegara mari kita sama sama tidak terpisahkan. Kalau ada orang yang akan tenggelam, harus segera ditolong tanpa harus menanyai agamanya apa. Tapi kalau sudah dalam hal agama dan ibadah, kita tidak boleh mencampuradukan atau sinkretisme. Menghormati itu bagian dari ibadah,” katanya.(Gn/Humas)