Home Kabupaten Purbalingga Plt Gubernur Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan

Plt Gubernur Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan

856
0
Plt. Gubernur saat melakukan ziarah di makam Soegarda Poerbakawatja Purbalingga.

PurbalinggaNews – Rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 (seratus sepuluh) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Purbalingga beragenda beberapa kegiatan di antaranya upacara Harkitnas di alun-alun Purbalingga, ziarah ke makam Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja di Desa Prigi, Kecamatan Padamara dan meninjau rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di Desa Padamara Kecamatan Padamara.

Setelah melakukan Upacara Harkitnas di alun-alun, rombongan Plt. Gubernur menuju Prigi untuk melakukan ziarah serta tabor bunga di makam Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja. Makam tokoh pendidikan itu dipilih sebagai tempat rangkaian peringatan Harkitnas bertujuan untuk mengenang jasa Soegarda Poerbakawatja serta untuk memotivasi generasi muda agar tetap semangat menuntut ilmu.

Plt. Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, prestasi serta jasa yang telah diukir Soegarda Poerbakawatja tidaklah main-main. Dia menambahkan, warga Purbalingga khususnya dan warga Jawa Tengah pada umumnya patut bangga memiliki tokoh besar lintas rezim yang dikenal seantero negeri. Menurutnya hal itu seharusnya menjadi spirit anak muda untuk selalu bersemangat menggapai cita-cita setinggi mungkin.

“Beliau akan selalu dikenal sebagai pelopor intelektual di Purbalingga. Mudah-mudahan anak cucu kita bisa terus mengenal dan mengenang jasa yang telah ditorehkan sang Profesor,” kata Heru.

Tabur bunga juga tidak hanya dilakukan di makam Soegarda Poerbakawatja namun di beberapa makam sekitarnya yang diketahui sebagai makam istri, ayah dan ibu serta saudara se-kandung Soegarda Poerbakawatja. Soegarda Poerbakawatja merupakan anak ke-9 (Sembilan) dari 13 (tiga belas) bersaudara dari seorang kepala desa.

Jika dilihat kiprahnya, Soegarda memang sosok yang fenomenal. Pada zaman itu, penduduk pribumi sulit untuk meraih pendidikan yang tinggi. Namun dia berhasil menembus pendidikan di sekolah-sekolah bergengsi bahkan berhasil menginisiasi berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah, curator Universitas Gadjah Mada (UGM) serta pernah menjadi dekan di salah satu fakultas di Universitas Indonesia (UI).

Beberapa karya tulisnya yang dikenal adalah  Aliran-Aliran Baru Dalam Pendidikan (1957), Pendidikan Dalam Alam Indonesia (1970), dan Ensiklopedia Pendidikan (1978). Tulisannya sering menjadi rujukan penyusunan tugas akhir bagi para mahasiswa di masa itu. Di Purbalingga sendiri untuk mengenang jasa yang telah ditorehkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengabadikan namanya sebagai museum di jantung kota Purbalingga. (KP-4)