Home Kabupaten Purbalingga Potensi DD dan ADD Diminta Untuk Tekan Kemiskinan

Potensi DD dan ADD Diminta Untuk Tekan Kemiskinan

670
0
Wakil Bupati Tiwi saat memberikan sambutan dalam acara Tarawih Keliling (Tarling) rombongan tim 2 di Masjid An Nisa, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Senin (28/5).

PurbalinggaNews – Rombongan Tim 2 Tarawih Keliling (Tarling) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon, Senin (28/5) menyambangi Masjid An Nisa, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan perseduluran ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah antara pemimpin dengan rakyatnya.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Tumanggal masih termasuk sebagai desa dengan zona merah kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu melalui potensi anggaran yang ada, diharapkan bisa dialokasikan untuk menekan kemiskinan ini.

“Tugas yang berat bagi pemerintah desa. Tapi tak perlu khawatir, biasanya akan banyak bantuan dari Pemkab Purbalingga. Tahun ini kami mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp 100 juta untuk Desa Tumanggal. Potensi DD (Dana Desa), dan ADD (Alokasi Dana Desa) kami harap juga bisa digunakan dalam rangka keluar dari zona merah kemiskinan,” tutur.

Lebih lanjut, Wabup Tiwi menjelaskan jenis kegiatan yang mampu menekan kemiskinan diantaranya yakni memberdayakan masyarakat atau pelatihan dalam rangka menstimulasi peningkatan ekonomi. Ia memotivasi kepada kepala desa, jika masa pemerintahannya mampu membuat Desa Tumanggal keluar dari zona merah kemiskinan tentunya namanya akan dikenang, karena telah menciptakan sejarah baru di desanya.

Tidak ketinggalan juga, setiap kegiatan Tarling yang dilakukan Wabup Tiwi tahun ini selalu mensosialisasikan akan adanya pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Terkait Pemilu yang akan terselenggara 27 Juni mendatang ini, Ia meminta agar masyarakat untuk berpartisipasi memberikan hak suaranya.

“Bagi yang sudah punya hak pilih, silahkan nanti bisa berbondong-bondong untuk datang ke TPS untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya mengingatkan.

59 Pemilih Belum Rekam e-KTP

Sementara itu, Camat Pengadegan Joko Pribowo SSos dalam sambutannya menginformasikan berbagai hal dari Pemerintah Kecamatan baik tentang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Mengenai info pemerintahan, Joko menyampaikan tengah disibukkan dengan Persiapan Pilgub Jateng.

Ia melaporkan, saat ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah menetapkan daftar Pemilih Tetap (DPT) Kecamatan Pengadegan mencapai 3748 jiwa dengan 85 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dari sekian DPT masih ada sekitar 59 pemilih yang belum rekam e-KTP kami juga buka pelayanan di hari minggu untuk rekam e-KTP pemilih pemula yang belum rekam,” katanya.

Selain persiapan Pilgub Jateng, Joko juga menginformasikan tentang pengisian jabatan perangkat desa yang masih kosong. Saat ini di wilayahnya sudah ada pengisian Sekretaris Desa (Sekdes) di 6 desa dengan cara mutasi. Sementara itu jabatan Sekdes di 3 desa masih kosong dan rencana akan diisi pada 3 Juni mendatang.

Sedangkan informasi pembangunan, saat ini ada sejumlah proyek besar yang akan berlangsung di Pengadegan ini. Diantaranya kelanjutan pembangunan Jembatan Tegalpingen – Pepedan sebesar Rp 6,2 miliar, peningkatan kapasitas jalan Tegalpingen – Pepedan sebesar Rp 6,5 miliar, dan peningkatan kapasitas jalan Pagembrungan – Pengadegan sebesar Rp 3,26 miliar.

“Untuk kelanjutan pembangunan jembatan Tegalpingen – Pepedan kami pantau sudah mulai dikerjakan sejak Kamis (24/5) kemarin,” katanya.

Sementara untuk kegiatan kemasyarakatan ia melaporkan saat ini di Pengadegan ada 3889 orang kurang mampu sebagai Daftar Penerima Manfaat (DPM). Mereka baru-baru ini telah menerima Beras sejahtera (Rastra) tidak dibagi rata, melainkan dibagi sesuai ketentuan.(Gn/Humas)