Home Kabupaten Purbalingga RE-SCHEDULING SEJUMLAH PROYEK DISEPAKATI PARA FRAKSI

RE-SCHEDULING SEJUMLAH PROYEK DISEPAKATI PARA FRAKSI

649
0
Rapat Paripurna DPRD Purbalingga acara Penyampaian Pandangan Umum Fraksi tentang RAPBD Perubahan 2018, Rabu (1/8).

PurbalinggaNews – Seperti yang disampaikan Plt Bupati Purbalingga dalam Rapat Paripurna DPRD Purbalingga dalam acara penyampaian RAPBD Perubahan 2018, Senin (30/7) lalu, Pemkab Purbalingga akan melakukan penjadwalan ulang atau re-scheduling sejumlah kegiatan yang tidak mendesak dan kurang relevan.

Pada rapat paripurna DPRD Purbalingga acara penyampaian padangan umum fraksi tetang RAPBD Perubahan 2018, Rabu (1/8). Sejumlah fraksi menyatakan sepakat tentang kebijakan re-scheduling dari Pemkab Purbalingga itu. Sejumlah fraksi lainnya tidak menyinggung persoalan tersebut.

Seperti yang diketahui, sejumlah kegiatan fisik yang akan dilakukan re-scheduling diantaranya pembangunan gedung kesenian, revitalisasi alun-alun, pembangunan kawasan Islamic Center, pembangunan GOR indoor, pembangunan bundaran kodim, revitalisasi jalan dan drainase jalan soedirman timur, dan pembangunan akses masuk boulevard penghubung Jalan S. Parman – Cahyana baru.

Fraksi Partai Golkar mengapresiasi langkah pemerintah untuk re-scheduling program pembangunan fisik  yang tidak mendesak. Lebih khusus terkait Islamic Center berharap agar dalam rangka efisiensi anggaran dan kualitas bangunan tetap terjaga dengan baik dan penyelesaian bisa tepat waktu. “Sehingga Islamic Center mampu menampung dinamika masyarakat Purbalingga baik masyarakat muslim maupun kerukunan antar umat beragama,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar H Ahmad Sa’bani SE.

Hal senada juga disampaikan Fraksi Gerindra yang sepakat dengan Pemkab Purbalingga yang merancang penjadwalan ulang (re-scheduling) untuk kegiatan fisik yang tidak mendesak. Namun demikian pihaknya juga berpendapat bahwa penjadwalan ulang tersebut tidak hanya didasarkan pada ketercukupan anggaran tapi lebih pada prioritas kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Partai Gerindra yang juga salah satu partai pendukung dalam Pilkada 2015 berharap Ibu Plt Bupati Purbalingga untuk mengevaluasi atau mengeliminasi program-program yang tidak sesuai dengan visi misi dan program yang disampaikan saat pilkada,” kata juru bicara Fraksi Gerindra Titi Yeni Sugiarti SH.

 Fraksi Amanat Nasional (FAN) juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam mencukupi kekurangan anggaran dengan re-scheduling ini. Disamping itu, sejumlah kegiatan yang disebut akan dijawdwalkan ulang itu dinilainya kurang relevan.

“Akan tetapi fraksi kami juga berharap kegiatan yang di-reschedule ini dilaukan kajian yang lebih mendalam disesuaikan dengan skala prioritas nilai kemanfaatannya terhadap masyarakat,” katanya.

Meskipun beberapa fraksi lainnya tidak menyinggung terkait re-scheduling sejumlah proyek fisik ini dalam pandangan umumnya. Meski demikian seluruh fraksi menyatakan menerima dan menyetujui atas RAPBD Perubahan 2018 yang disampaikan oleh Plt Bupati sebelunya untuk kemudian dibahas lebih lanjut di tingkat Komisi dan Badan Anggaran DPRD.(Gn/Humas)