Home Kabupaten Purbalingga Remaja Putri Harus Paham Pentingnya Kesehatan Reproduksi

Remaja Putri Harus Paham Pentingnya Kesehatan Reproduksi

637
0
Acara seminar kesehatan pra nikah bertema “Persiapanmu Kini, Investasi Masa Depanmu Nanti”, di Aula Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB, PP dan PA) Kabupaten Purbalingga, Minggu (15/7/2018).

PurbalinggaNews – Selama ini banyak  gadis di Purbalingga yang menikah tanpa bekal ilmu kesehatan yang cukup. Akibatnya, banyak ditemui permasalahan yang terjadi pada saat kehamilan dan persalinan, salah satunya kematian ibu dan anak. Untuk itu, masyarakat khususnya perempuan  perlu memahami pentingnya kesehatan reproduksi.

“Para gadis di Purbalingga,harus paham betul sedini mungkin pentingnya kesehatan reproduksi ini, agar pada saatnya menikah nanti sudah paham apa yang harus dilakukan,” tegas Wahyulin Aprilia, S.Tr.Keb pada seminar kesehatan pra nikah bertema “Persiapanmu Kini, Investasi Masa Depanmu Nanti”, di Aula Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KB,PP dan PA) Kabupaten Purbalingga, Minggu (15/7/2018).

BACA JUGA   Ratusan Kader Kesehatan Ikuti Jambore

Seminar diikuti 100 peserta,yang semuanya wanita remaja. Ikut tampil pula sebagai pembicara  pada kesempatan tersebut, juara pertama duta Genre jalur masyarakat Kabupaten Purbalingga tahun 2018 Widyaning Dara Utami, S.Tr.Keb, dan Kepala Puskesmas Kecamatan Mrebet,Purbalingga drg. Rahayu Puji Astuti.

Di sela-sela kegiatan seminar, setiap peserta dilakukan cek kesehatan,  periksa tinggi badan, berat badan, ukur lingkar lengan atas, pemeriksaan tekanan darah, menghitung indeks masa tubuh, menghitung masa subur perempuan dan sebagainya. Petugas yang terlibat melakukan pemeriksaan secara gratis itu,  dari Juara Purbalingga, yakni komunitas yang bergerak di bidang kesehatan remaja di Purbalingga.

Wahyulin Aprilia, yang juga juara pertama duta Genre putri jalur pendidikan Kabupaten Purbalingga tahun 2018 menegaskan, usia ideal menikah menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) minimal 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki. Hal itu karena,  pada usia kurangdari 21 tahun banyak sekali risiko yang akan terjadi pada perempuan, seperti keguguran, pre-eklampsia, eklampsia, infeksi, anemia, kanker mulut rahim, kelahiran premature, kesulitan persalinan, persalinan dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), kematian bayi dan kelainan bawaan.

BACA JUGA   Purbalingga Gelar Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan TDP Purbalingga Open 2015.

“Dengan banyaknya risiko yang akan terjadi tersebut, maka kami mengajak para remaja di purbalingga untuk dapat menunda pernikahan sampai pada waktu yang ideal,”  ujar Wahyulin Aprilia,yang juga alumni program studi Kebidanan Universitas Gadjah Mada ini.

Widyaning Dara Utami menambahkan, para remaja harus memahami betul hal-hal apa saja yang harus dilakukan  untuk mempersiapkan pra nikah, baik segi fisik, mental, ekonomi maupun sosial.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat terjadi dalam rumah tangga jika tidak diimbangi dengan persiapan yang matang. Seperti perceraian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau kasus-kasus lain yang saat ini marak terjadi di masyarakat,” ujar Widyaning. (PI-2)

BACA JUGA   Ana Setiawati, Gadis 12 Tahun Penderita Kanker Tulang