Home Kabupaten Purbalingga Swadaya Tinggi, Bukti Kesetiakawanan Sosial Luar Biasa

Swadaya Tinggi, Bukti Kesetiakawanan Sosial Luar Biasa

451
0

PurbalinggaNews – Penjabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan serta dan mendukung keberhasilan pelaksanaan program Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat 2015 dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Dilaporkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Purbalingga, Ngudiarto, meski masing-masing pemugaran rumah hanya mendapatkan bantuan dana Rp 10 juta dari Kemensos namun dalam pelaksanaanya ada yang menghabiskan dana hingga Rp 30 juta. Sisanya merupakan swadaya masyarakat di sekitar lokasi program.

“Saya apresiasi dukungan warga melalui swadaya masyarakatnya. Hal ini membuktikan kesetiakawanan sosial masyarakat khususnya di desa Bakulan sangat tinggi. Ini luar biasa,” ujar Pj Bupati Budi Wibowo saat meresmikan penggunaan rumah hasil program pemugaran RTLH di desa Bakulan Kecamatan Kemangkon, Rabu (20/1/2016).

Dari program itu berhasil dilakukan pemugaran 85 rumah tidak layak huni di empat desa yang tersebar di kecamatan Kemangkon, Bukateja dan Karangmoncol. Desa Bakulan (Kemangkon) dan Tunjungmuli (Karangmoncol), masing-masing mendapat alokasi pemugaran 30 rumah. Kemudian desa Penaruban (Bukateja) 7 rumah dan Karanggedang (Bukateja) 18 rumah. Masing-masing rumah mendapat bantuan dana Rp 10 juta.

Dengan selesainya program tersebut, Budi Wibowo berharap warga yang rumahnya sudah dipugar dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat dan mampu meningkatkan rasa syukurnya kepada yang maha kuasa.

Ditambahkan Ngudiarto, program Kementerian Sosial berupa bantuan pemugaran rumah tidak layak huni dan keserasian sosial berbasis masyarakat adalah salah satu fasilitasi pemerintah dalam membantu masyarakat memiliki rumah layak huni sehingga dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan harkat dan martabatnya. Termasuk dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsinya memberikan perlindungan, bimbingan dan pendidikan.

Seluruh bantuan diberikan melalui rekening masing-masing ketua kelompok yang digunakan untuk pembelian material sesuai proposal yang diajukan oleh kelompok. Pelaksanaan kegiatan juga dilakukan oleh masing-masing kelompok. (Taufik)