Home Uncategorized Tekan inflasi, Purbalingga Genjot Produktifitas Bawang Merah

Tekan inflasi, Purbalingga Genjot Produktifitas Bawang Merah

702
0
Plt. Bupati Tiwi saat melakukan tanam perdana bawang merah di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari, Minggu (14/10).

PurbalinggaNews – Produk bawang merah merupakan salah satu penyumbang inflasi terbesar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karenanya Kabupaten Purbalingga terus menggenjot produktifitas tanaman ini, baik dari sisi produksi maupun penambahan luasan lahan produksinya.

“Nanti kalau Purbalingga bisa menjadi sentra produksi bawang merah, tentunya akan semakin mampu menekan tingkat inflasi baik di Purbalingga maupun di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” kata Plt Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE, BEckn, MM usai melakukan tanam perdana bawang merah di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari, Minggu (14/10).

Dia juga berharap dengan pengembangan bawang merah, kedepan tentunya dapat membawa manfaat bagi peningkatan produktifitas pertanian khususnya komoditas bawang merah.

BACA JUGA   Kliping Media

Selain melakukan penanaman bawang merah, petani Limbasari juga sudah berhasil memanen bawang merah hasil tanam pertama akhir Agustus lalu. “Melihat hasil panen ini, Purbalingga saya rasa tidak kalah dengan Kabupaten Brebes untuk produktifitas bawang merahnya. Saya optimis Purbalingga bisa menjadi sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah,” katanya.

Salah seorang petani bawang merah di Desa Limbasari, Khairun menuturkan, petani Desa Limbasari tahun ini mendapat bantuan pengembangan bawang merah dari APBN berupa bantuan bibit sebanyak 1,4 ton untuk luasan lahan 2 hektar. Pengembangan bawang merah di desa “Putri Ayu” ini ditangani oleh Kelompok Tani Holtikultura Limba Tani yang kini beranggotakan 17 orang.

BACA JUGA   OPD Diminta Implementasikan Germas

Sementara, Kepala Seksi Produksi pada Bidang Perkebunan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Nurlaeli Yuniastuti menjelaskan pengembangan bawang merah di Kabupaten Purbalingga dibantu pemerintah pusat seluas 20 hektar. “Yang sudah berkembang bagus di Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon, Wanogara Wetan (Rembang), dan Limbasari (Bobotsari). Produksinya mencapai 12 ton per hektar,” jelasnya.

Selain di tiga kecamatan itu, lanjut Nurlaeli, bantuan pengembangan bawang merah juga dilaksanakan di Desa Maribaya dan Karanganyar Kecamatan Karanganyar, Jingkang Kecamatan Karangjambu dan Kutasari. Sehingga secara keseluruhan pengembangan bawang merah di Kabupaten Purbalingga tersebar di 6 kecamatan yakni Rembang, Karangjambu, Bobotsari, Karanganyar, Bukateja dan Kutasari.

“Dari masyarakat secara swadaya kita harapkan juga meningkat sehingga luas tanamnya juga bertambah,” katanya. (Hr/humas)

BACA JUGA   Kliping Media Tanggal 5 Januari 2020