Home Kabupaten Purbalingga TMMD Peduli Stunting

TMMD Peduli Stunting

637
0
Sosialisasi stunting pada pekan ketiga TMMD, Sabtu (21/4) di Aula Puskesmas Karangjambu.

PurbalinggaNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang sedang giat mengkampanyekan hindari stunting juga diterjemahkan dengan baik dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke 101 yang dipusatkan di Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu. Satgas TMMD bersama berbagai latar belakang melakukan sosialisasi tentang gizi buruk pada pekan ketiga TMMD, Sabtu (21/4) di Aula Puskesmas Karangjambu.

Sosialisasi tersebut digawangi TNI, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan bidan desa yang bertugas di Karangjambu yang dihadiri para warga dan anggota pramuka SMP N 1 Karangjambu. Bidan desa yang bertindak sebagai narasumber, Puspa Dewiyani mengatakan, kegiatan tersebut akan memberikan efek positif bagi kesadaran masyarakat akan gizi buruk dan mengerti bagaimana menyikapinya.

BACA JUGA   Oprit Amblas Jembatan Lengkung Kahuripan Segera Ditangani

“Sosialisasi bertujuan menyadarkan masyarakat akan gizi bruk sehingga mereka akan bisa menanganinya dengan baik,”

Menurut Puspa, kegiatan tersebut nantinya tak hanya dirasakan oleh warga Desa Karangjambu namun juga warga desa di sekitarnya seperti Purbasari, Sirandu, Jingkang dan Danasari. Dia menambahkan, selama ini warga khususnya yang ada di wiliyah Karangjambu masih belum paham informasi tentang gizi buruk. Sulitnya akses dan memang letaknya yang jauh dari pusat kota ditengarai menjadi penyebab banyaknya kasus gizi buruk di daerah tersebut.

“Karangjambu letaknya di pelosok. Memang sulit untuk mendapatkan informasi hal ini dan tak jarang juga sulit mengakses logistic karena letaknya yang jauh dari jalur utama,” imbuhnya.

BACA JUGA   Jelang Idul Adha, Bupati Purbalingga Bagikan Hewan Kurban 18 Ekor Sapi

Padahal, dia menuturkan, keadaan ekonomi yang sulit yang menjadi salah satu faktor tidak terbelinya sumber protein seperti telur dan daging bisa disiasati dengan sumber makanan lain yang mudah didapat. Sebagai contoh, jantung pisang bisa dikonsumsi warga sebagai sumber protein alternatif agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

“Masyarakat tak harus makan daging-dagingan untuk mendapat asupan proten dan nutrisi lain. Mereka bisa memanfaatkan sumber protein serta nutrisi lain dari sayuran dan biji-bijian sehingga tidak akan ada lagi kasus kekurangan gizi,” pungkasnya. (Pi-8)