Home Kabupaten Purbalingga Umat Kristiani Doakan Keutuhan NKRI di Tahun Politik

Umat Kristiani Doakan Keutuhan NKRI di Tahun Politik

858
0
Pendeta GKJ Purbalingga Slamet Waluyo, S.Si memimpin kebaktian Jum’at Agung, di gereja setempat, Jum’at (30/3)

PurbalinggaNews – Umat Kristiani warga jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga mendoakan suasana damai dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tahun politik 2018 dan 2019 mendatang.  Umat juga diajak untuk tidak khawatir dan menghilangkan rasa takut di tahun politik itu.

“Kita serahkan kepada Tuhan yang maha kasih, agar selama tahun politik yang ditandai dengan pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden, akan berlangsung aman dan damai,” kata Pendeta GKJ Purbalingga Slamet Waluyo, S.Si saat memimpin kebaktian Jum’at Agung, di gereja setempat, Jum’at (30/3).

Kebaktian yang mengambil tema ‘Merengkuh Kematian Demi Kemuliaan’ itu diikuti sekitar  1.500 jemaat. Peringatan Jum’at Agung merupakan peringatan ketika Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa manusia. Yesus memberikan keselamatan kepada semua orang percaya melalui kebangkitannya dari kematian. Kebaktian Jum’at Agung merupakan rangkaian perayaan Paskah yang akan jatuh pada hari Minggu (1/4).

BACA JUGA   Optimalkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Keluarkan Surat Edaran

Slamet Waluyo dalam kesempatan itu juga mengajak umat untuk instrospeksi atas kehidupan yang dijalaninya. “Untuk apa kita hidup?, apa peran kita selama menjalani kehidupan? Lalu jika dibalik, untuk apa kita mati?,” ujar pendeta Slamet setengah bertanya.

Slamet mengungkapkan, kejadian-kejadian besar yang mengakibatkan kematian banyak terjadi akhir-akhir ini. Peristiwa puluhan orang meninggal di pabrik mercon, serangan teroris yang mengakibatkan kematian, kematian akibat kelaparan di beberapa negara di dunia, kematian orang akibat mengkonsumsi narkotika, dan berbagai kematian lain yang seringkali manusia tidak siap menghadapinya

“Ada sebagian orang menganggap kematian sebagai suatu realita yang menakutkan. Kematian bisa datang tiba-tiba tanpa diprediksi lebih dahulu. Berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mencegah kematian, seperti ketika seseorang sakit, mereka berupaya keras untuk melakukan pengobatan agar bisa sembuh dan terhindar dari kematian,” kata Slamet.

BACA JUGA   Persibangga Sekarang dan Persibangga Kedepan Harus Didominasi Pemain Purbalingga

Jika kematian akan menjadi realita bagi setiap manusia, untuk apa di dunia kita mengejar harta benda, mengejar kekayaan, mengejar jabatan, dan hal-hal duniawi yang akan ditinggalkannya jika kelak kita mati. “Untuk apa uang banyak, harta melimpah dan jabatan yang kita kejar hingga mati-matian ? kelak tidak akan ada gunanya, ketika kematian terjadi. Semuanya itu akan sia-sia belaka,” kata Slamet.

Berkaitan dengan maknakematian itu, Tuhan Yesus mati karena menebus dosa-dosa manusia. Kematian yesus dimuliakan karena ketaatannya. Yesus mati karena kuasa atas kehidupan manusia. “Yesus mengajari kita untuk apa kita mati. Yesus mengajari kita untuk selalu setia kepadaNya hingga mati.  Harta dan jabatan yang tinggi itu akan kita tanggalkan ketika kita mati,” kata Slamet Waluyo. (PI-1)

BACA JUGA   Bupati Serahkan 2.800 Serifikat Tanah