Home Kabupaten Purbalingga Wabup Tantang Siswa Ciptakan Mobil SMK

Wabup Tantang Siswa Ciptakan Mobil SMK

496
0

PurbalinggaNews – Melihat berbagai hasil  kreatifitas dan invasi para siswa yang ditampilkan dalam kegiatan Ekshibisi SMA/SMK/MA dan Kearifan Lokal Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 yang sudah berlangsung selama tiga hari 2-4 November 2016 di Stadion Goentoer Darjono, Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi merasa bangga. Karena dari berbagai hasil karya mulai dari produk inovatif otomotif, kuliner, fasion dan lain sebagainya hasilnya diluar dugaan dan luar biasa.

“Setelah melihat hasil karya yang sungguh luar biasa dan diluar dugaan, saya pribadi tidak menyangka bahw pelajar SMA atau SMK mapun MA mampu  menghasilkan produk inovatif mulai dari pernak pernik, kuliner, fashion dan inovasi otomatif,”tutur Wakil Bupati saat menutup Ekshibisi SMA/SMK Dan Kearifan Lokal Kabupaten Purbalingga Tahun 2016 Jum’at sore (4/11/2016) di Stadion Goentoer Darjono.

Dalam kesempatan tersebut Wabup menantang para siswa, agar mulai tahun 2017 untuk memproduksi perakitan mobil dari siswa SMA/SMK Se-Kabupaten Purbalingga dan pada tahun depan diharapkan bisa direalisasi.

“Tahun depan saya mau menantang adik adik. Bisa tidak, adik-adik  mulai tahun 2017 Kabupaten Purbalingga bisa memproduksi perakitan mobil  dari siswa Se-Kabupaten Purbalingga. Bisa apa tidak adik-adik, kalau di Solo ada mobil SMK, jadi tahun 2017 di Purbalingga harus direalisasi,”pinta Wabup.

Untuk itu, sambung Wabup, tentunya apa yang sudah di capai harus ditingkatkan, karena saat ini ada berbagai macam tantangan persaingan global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut Wabup, saat ini posisi Indonesia saat dalam kancah persaingan global pada urutan ke 45 dan masih kalah dibawah negara-negara ASEAN.

“Saat ini posisi Indonesia pada urutan 45 dan masih kalah dibawah Singapura, Malaysia, Pilipina Vietnam dan negara China dan di Asia Tenggara kita berada diposisi paling bahah,”ujarnya.

Oleh karena itu, kata Wabup, saat ini semuanya harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, karena kalau tidak akan ketinggalan dan tidak dapat bersaing dengan negara lain, karena faktor kunci persaingan global adalah ada pada SDM. Sehingga melalui kegiatan ekshibisi tersebut mampu berkontribusi menciptakan SDM-SDM yang unggul, cerdas kompetitif dan berkualitas.

Saat pembukaan ekshibisa beberapa waktu lalu, Bupati dan Wabup berkomitmen, walaupun pengelolaan SMK/SMA di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, namun pihaknya tetap komitmen agar kedepan akan tetap mendukung kegiatan eksebisi setiap tahunnya. Bahkan  anggaran kegiatan tersebut akan terus ditingkatkan/ditambah dari tahun ke tahun. Pihaknya juga  berharap agar kegiatan tersebut menjadi kegiatan tahunan karena hal tersebut dalam rangka untuk meningkatkan aktualisasi diri siswa siswi dalam rangka meningkatkan kraetifitas untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif. Harapan lainnya adalah karya atau produk yang ditampilkan juga harus berganti setiap tahunnya dan ada peningkatan serta pengembangan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Purbalingga Tri Gunawan Setyadi menjelaskan, bahwa kegiatan yang bertema “Kita Bangun Generasi Unggul Berkarakter dan Berdaya Saing Seiring Dinamika MEA dengan Kerja Cerdas, Kerja Keras dan Kerja Ikhlas” bertujuan memfasilitasi SMA/SMK untuk menampilkan hasil karya, produk unggulan dan kearifan lokal masing-masing sekolah. Selain itu juga untuk mensosialisasikan program SMA/SMK sesuai jurusan kompetensi dan program keahlian serta mewujudkan pendidikan berkualitas dalam menciptakan lulusan yang unggul serta bernilai jual dan untuk membangun networking yang solid, sehat, sinergi juga konsisten.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan job fair yang diikuti 20 perusahaan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi (Dinperindagkop) serta mendapat respon positif dari siswa dan pengunjung dan harapannya kegiatan tersebut diperpanjang waktunya.

“Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan job fair yang dilaksanakan oleh Dinperidagkop selama dua hari yang diikuti 20 perusahaan. Namun kegiatan tersebut agar ditambah waktunya menjadi jadi  tujuh hari dan ini mendapat respon positif dari para siswa maupun masyarakat dengan dikunjungi kurang lebih  48. 500 orang pengunjung. Selain itu, kegiatan agar tetap dilaksanakan oleh Pemkab Purbalingga,”pinta Tri Gunawan. (Sukiman)