Home Kabupaten Purbalingga Diguyur Hujan, Warga Kedunglegok Tetap Antusias Nobar Bareng Plt. Gubernur Jateng

Diguyur Hujan, Warga Kedunglegok Tetap Antusias Nobar Bareng Plt. Gubernur Jateng

728
0
Para warga Desa Kedunglegok Keccamatan Kemangkon antusias menonton layar tancep bersama Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko

PurbalinggaNews – Walaupun diguyur hujan  warga Desa Kedung Legok, Kecamatan Kemangkon tetap antusias nonton bareng (Nobar) bersama Plt. (Pelaksana Tugas) Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko. Selain nobar warga juga dihibur dengan pertunjukan Forum Komunikasi Masyarakat Tradisional (FK Metra) Kabupaten Purbalingga  yakni kesenian yang mengkolaborasikan seni calung, seni tari lengger dan materi dialog.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Provinsi Jawa Tengah mengatakan kegiatan Nobar bertujuan agar silaturahmi antar masyarakat dengan pemerintah tetap terjalin. Dengan berkumpul dan bertatap muka akan menambah jalinan persaudaraan antar masyarakat. Perkembangan teknologi gadget membuat orang malas untuk bersilaturahmi bertatap muka.

“Kegiatan Nobar dan pertunjukan FK Metra juga bisa menjadi alat untuk menangkal berita-berita hoax yang berkembang di media gadget. Saling berkomunikasi dan berinteraksi secara tradisional dapat menumbuhkan rasa saling memiliki sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” katanya saat membuka kegiatan Nobar di lapangan Desa Kedunglegok, Selasa Malam (11/4).

BACA JUGA   KLIPING MEDIA DINKOMINFO - 7 JANUARI 2019

Wagub Heru Sudjatmoko yang juga Plt Gubernur mengatakan dengan adanya Nobar bisa bernostalgia pada jaman dahulu, dimana Nobar menjadi barang yang dinanti-nantikan masyarakat. Heru yang asli kelahiran Desa Kedunglegok juga menceritakan saat masih mudanya, yakni saat-saat bermain dengan sesame temannya. “ Suatu saat pernah nangkap belut bareng, ngobor bareng,” kenangnya.

Sedangkan Kepala Dinkominfo Purbalingga, Sridadi mengatakan sangat mendukung pengembangan informasi kebijakan daerah yang dilakukan Dinkominfo Jawa Tengah di Purbalingga. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadikan pencerahan bagi masyarakat desa yang note bene masih haus akan informasi.

“Melalui nobar dan pertunjukan FK Metra selain dapat memberikan hiburan juga bisa mendapatkan pencerahan bagi masyarakat,” tambahya

BACA JUGA   UMK Purbalingga Tahun 2019, Diperkirakan Naik 8,03 Persen

Pada pertunjukan FK Metra disajikan judul “Mlethek Dewek” yang berarti tumbuh sendiri, dimana tokoh Ki Badut merasa resah dengan dengan tingkah laku Poeng dan Ni Sinden terkait akan dilaksanakannya pemilihan gubernur (Pilgub). Poeng mau mencoblos kalau dibayar, sedangkan Ni Sinden tidak mau mencoblos atau golput, dengan alasan kebanyakan pemimpin lupa setelah menjabat.

Ditengah kebuntuan Ki Badut, Ki Dalang muncul menengahi agar Poeng dan Ni Sinden menggunakan hak pilihnya, karena Pilgub Jateng kali ini, “Becik tur Nyenengake”.  Yang artinya pelaksanaan pilgub bisa berjalan dengan baik dan membuat semua pihak yang terlibat bisa senang. Ki Dalang juga menghimbau kepada semua hadirin tidak menggunakan kampanye hitam dalam menggalang dukungan calon, serta menggunakan hal pilihnya pada 27 Juni mendatang. (PI-2)

BACA JUGA   Terpengaruh Geopolitik, Pemerintah Lakukan Langkah Preventif Untuk Ketahanan Pangan